NovelToon NovelToon
Misteri Hantu Penculik Bayi

Misteri Hantu Penculik Bayi

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Mata Batin / Hantu / Tumbal
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lili Aksara 04

Namanya Arumi, seorang gadis yang tinggal di desa Dukuh Asem.

Arumi adalah seorang gadis yang baik hati dan suka membantu orang tuanya.

Namun, ketenangan itu perlahan menghilang, saat bayi-bayi di desanya mulai meninggal satu-persatu dengan darah yang mengering.

Arumi juga mulai sering melihat penampakan aneh, bahkan sampai hampir disakiti oleh sesosok kuntilanak merah.

Kuntilanak itu selalu mengatakan, kalau ibunya Arumi telah membuat hidupnya hancur.

Arumi dan adiknya, yang bernama Bella, mulai merasa curiga dengan kedua orang tuanya.

Apalagi, mereka sering tampak terlihat aneh.

Arumi juga merasakan keanehan dengan dirinya, sebab dirinya sering melihat penampakan aneh.

Sebenarnya, apakah yang terjadi? Dan mampukah Arumi mengungkap semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lili Aksara 04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Di alam jin, ternyata hari telah beranjak sore.

Namun, Arumi melihat suasana seperti pukul 15.00, karena matahari juga masih ada.

"Nyai, ternyata di alam jin juga ada matahari, ya, kirain gelap gitu aja," ucap Arumi, saat mereka sedang berjalan untuk kembali masuk ke dalam istana.

"Enggak lah, di sini itu hampir sama seperti di alam manusia. Hanya saja, makanan kami berbeda dengan alam manusia," jawab Nyai Sekar Arum.

"Emang makanan bangsa jin apa, Nyai?" tanya Arumi.

"Untuk jin muslim biasanya daging hewan yang sudah dimasak tentunya. Tapi, untuk jin kavir, yang mereka makan adalah darah, bangkai, dan daging mentah," jawab Nyai Sekar Arum.

"Hih, ngeri banget," ucap Arumi sambil bergidig.

Rasanya tak sanggup apabila ia membayangkan makanan seperti itu.

***Arumi dan Nyai Sekar Arum berdiri di halaman istana yang luas.

Di ujung halaman, terdapat pancuran air yang terus mengucurkan air ke tanah, entah ke mana air itu mengucur.

Mungkin ke sungai, ataupun ke air terjun, Arumi juga tidak tahu.

"Arumi, aku akan menggunakan ilmu melipat bumi, supaya kita lebih cepat sampai. Aku khawatir waktu di alam manusia akan semakin malam jika kita memakai kereta," ucap Nyai Sekar Arum.

"Iya, Nyi, ayo," jawab Arumi.

Nyai Sekar Arum memegang pundak Arumi, dan gadis itu menutup matanya.

Seketika itu, kedua wanita dari alam berbeda itu menghilang dari sana.

***Di alam manusia, Arumi muncul di kamarnya.

Kamar itu tampak sangat gelap, tirai jendela juga masih belum ditutup.

Arumi, yang telah membuka matanya, hanya bisa menghela napas dengan kondisi kamarnya yang sangat berantakan, padahal hari telah beranjak malam.

Arumi berjalan sambil berusaha melihat sekitar, lalu menekan saklar lampu.

Cetaak.

Lampu menyala, menerangi kamar itu.

Arumi melirik jam yang tergantung di dinding kamar.

Gadis itu terperanjat, kala melihat jam yang sudah menunjuk angka 23.00.

"Ya Allah, udah malem banget ini," batin Arumi.

Arumi berjalan keluar kamar, dan seluruh rumah tampak begitu gelap.

Arumi menyalakan lampu luar satu-persatu, agar suasana rumahnya tidak terlihat gelap dari luar.

Saat Arumi melangkahkan kaki jenjangnya ke dapur dan membuka tudung saji, tidak ada apapun di sana.

Arumi mengambil gelas dan mengisinya dengan air minum.

Glek, glek, glek.

Rasa kesegaran langsung Arumi rasakan, saat air itu menyentuh kerongkongannya yang kering.

"Nyai, keluargaku gimana itu?" tanya Arumi, pasalnya mereka masih terlelap.

"Kalau pengaruh sirepnya aku hentikan sekarang, pasti mereka akan heran mengapa bangun serempak saat malam hari," jawab Nyai Sekar Arum.

Arumi terdiam. Pikirannya berkelana, menganalisis semua kemungkinan.

Memang benar, jika seluruh orang yang ada di rumah ini bangun sekarang, pasti mereka akan heran mengapa bisa tidur selama itu, dan kenapa bisa bangun tengah malam seperti ini.

"Nyai, bukannya kalau mereka bangun besok juga sama aja ya, mereka bakalan bingung kok bisa tidur dari siang, bangunnya besok harinya," ucap Arumi mememukakan isi pikirannya.

"Nanti aku akan .menghapus ingatan mereka semua, jadi mereka ingatnya ya tidur kayak biasanya," jawab Nyai Sekar Arum.

"Terima kasih, Nyai," ucap Arumi.

Nyai Sekar Arum tak menjawab, wanita itu pergi begitu saja.

Karena sudah merasa mengantuk, akhirnya Arumi memutuskan untuk langsung tidur saja, walaupun perutnya kosong melompong tak terisi makanan sama sekali.

Padahal, sebelumnya Arumi sudah membayangkan makanan enak untuk ia makan, namun bagaimana lagi sebab hari sudah tengah malam dan ia sudah terlanjur lelah untuk memasak.

Arumi hanya berharap, jika ia tidur maka rasa lapar itu akan menghilang.

Gadis itu hanya mencuci muka sebentar, berganti baju, lalu merebahkan dirinya ke atas kasur.

***Keesokan harinya.

Jam menunjukkan pukul 03.15 menit.

Nyai Sekar Arum muncul kembali di kamar Arumi.

Tatapannya tertuju kepada seorang gadis yang memakai piama tidur berwarna hitam yang tengah terlelap pulas di atas pembaringan.

Ada rasa tak enak dalam diri Nyai Sekar Arum.

Bagaimana tidak, Arumi baru tidur beberapa jam saja, dan sekarang ia harus membangunkannya untuk sahur.

"Arumi, bangun, Nak," bisik Nyai Sekar Arum di telinga Arumi.

Hening, tak ada jawaban dari Arumi.

Bangun, bangun," ucap Nyai Sekar Arum sedikit keras.

Arumi menggeliat, matanya begitu berat untuk terbuka, seolah ada magnet tak kasap mata yang menahan matanya untuk terbuka.

"Tirakatnya harus banget ya, Nyi?" tanyanya, dengan suara berat.

"Harus, tinggal sehari lagi," jawab Nyai Sekar Arum.

Arumi membuka matanya walau hanya sebelah.

Gadis itu duduk sebentar, mulutnya tak henti menguap.

"Ya Allah, ngantuk banget, aku paling tidur cuma 4 atau 5 jam doang," batin Arumi.

Dengan langkah sempoyongan karena lemas, Arumi berjalan ke dapur guna mencuci mukanya.

***Setelah usai dengan aktivitasnya di kamar mandi, Arumi membuka kulkas untuk melihat-lihat ada apa saja di sana.

Rupanya, di dalam kulkas hanya ada sosis, telur, dan sayuran.

Di rak, Arumi juga melihat ada beberapa mie instan.

Akhirnya, Arumi memutuskan untuk membuat mie kuah saja, tak lupa juga goreng sosis sebagai temannya.

"Hihihiiii, udah pulang ya, Arumi," ucap Liana yang tiba-tiba muncul begitu saja.

"Hih, kau ini memangnya tidak bisa muncul dengan terhormat, ya, ucap Arumi.

"Nggak, kan aku suka bikin orang jantungan, hihihi," jawab Liana enteng.

"Hah, kesukaan macam apaan itu, untung aku nggak punya penyakit jantung," jawab Arumi.

"Jadi, kamu mau masak apa, nih?" tanya Liana.

"Ya, masak mie aja. Aku males masak yang ribet," jawab Arumi.

"Haaaah, mie itu kan makanan sejuta umat. Aku pengen banget rasanya," ucap Liana dengan sedih.

"Yang sabar ya, Liana, jujur mie itu enak banget sih, terus simpel juga," kata Arumi.

Arumi menyelesaikan masakannya.

Harum semerbak mie tercium ke seluruh penjuru dapur.

Arumi menghidangkan mie ke atas meja makan, gadis itu memakan mienya dengan lahap akibat semalam tak makan.

Tentu saja, ia juga memakan mie itu dengan nasi yang banyak.

Gimana cover-nya, teman-teman?

Semoga cocok, ya, soalnya aku juga nggak tahu, tiba-tiba diubah aja sama noveltoon.

1
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
ayoo cari tahu alasannya arumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
dahar heula,, lapar aing eui😄
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
mangan saetik😄
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kayak disirep ya ini, buat orangnya jadi lupa ingatan beberapa saat
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
Thor, yang paling kusukai dari novel ini adalah gaya penceritaan nya, pemilihan kata yang sederhana dan bahasa sehari-hari.
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
pake istilah yang kekinian, cetaaaakkkkk
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
😄 aku suka sama istilah kamu Thor, ilmu melipat bumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
aduh, ya iya ada dong,, kayak kita Mauk ke dalam dunia cermin, nah dalam kamuflase cermin itu ada pantulan matahari juga, gitu kan yaa
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
emang iyaa dengan meditasi bisa fokus, trus fikiran tentang hantu akan hilang
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
di Sumatera istilah begu juga ada dipakai, begu artinya setan di salah satu daerah
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
ini tahapan-tahapan bersemedi yah
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kayaknya meditasi kalau di dalam gua cocok bagi yang perlu liburan weekend kelar mumet kerjaan numpuk yaa
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
berat kalau jalani tirakat yaaa, tapi nanti semua keinginan sikabulin begitu kah
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
tenaga dalamnya terkuras ya Arumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
terima kasih sudah menyajikan cerita horor atau misteri dengan sederhana. Saya jadi tak parno membacanya
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
Thor tahu gak, kamu membuat sebuah cerita misteri jadi terkesan dialog sehari-hari antar sesama manusia, padahal mah setan dan cs semua tokoh-tokoh pembantunya
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kenapa gak beli aja Arumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
oh ini toh kujang
Lili Aksara
Nah guys, sekarang saya udah tahu ya caranya nambahin ilustrasi ke dalam bab, jadi mungkin sedikit saya akan masukan ilustrasi supaya nggak terlalu ngebosenin.
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
emang tubuh yang sudah ditakdirkan dirasuki leluhur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!