NovelToon NovelToon
Misteri Hantu Penculik Bayi

Misteri Hantu Penculik Bayi

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Mata Batin / Hantu / Tumbal
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lili Aksara 04

Namanya Arumi, seorang gadis yang tinggal di desa Dukuh Asem.

Arumi adalah seorang gadis yang baik hati dan suka membantu orang tuanya.

Namun, ketenangan itu perlahan menghilang, saat bayi-bayi di desanya mulai meninggal satu-persatu dengan darah yang mengering.

Arumi juga mulai sering melihat penampakan aneh, bahkan sampai hampir disakiti oleh sesosok kuntilanak merah.

Kuntilanak itu selalu mengatakan, kalau ibunya Arumi telah membuat hidupnya hancur.

Arumi dan adiknya, yang bernama Bella, mulai merasa curiga dengan kedua orang tuanya.

Apalagi, mereka sering tampak terlihat aneh.

Arumi juga merasakan keanehan dengan dirinya, sebab dirinya sering melihat penampakan aneh.

Sebenarnya, apakah yang terjadi? Dan mampukah Arumi mengungkap semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lili Aksara 04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Arumi pulang ke rumahnya dengan terburu-buru.

Ketika sampai di rumah, hanya ada Bella dan para pembantunya saja.

Sementara itu, orang tuanya belum pulang.

"Bapak sama Ibu ke mana, ya, Kak? Udah sore padahal ini," ucap Bella.

"Nggak tahu, Dek, mungkin mereka masih ada urusan," jawab Arumi.

Saat itu, jam baru menunjukan pukul 3 sore, dan untungnya hari masih cukup cerah jadi Arumi bisa mengajar anak-anak.

Arumi memilih untuk mandi dan makan terlebih dahulu.

***Arumi dan Bella saat ini sedang makan, setelah sebelumnya mereka mandi dan melaksanakan salat.

"Kak, aku ikut kamu ke masjid, ya, aku mau ngajar juga," pinta Bella.

"Lo, kenapa? Tumben kamu mau ikut," Arumi tampak heran.

Pasalnya, biasanya adiknya itu senang jika di rumah, dan enggan apabila diajak ke masjid.

"Pengen ikut aja, sih, Kak, udah lama juga kan aku nggak ikut ke masjid," jawab Bella.

"Oh, ya udah. Ikut aja, nggak papa," ucap Arumi.

***Sementara itu, di sebuah gubuk sederhana, tampak Nyai Sawitri dan Pak Broto sedang bersama seorang pria tua.

Gubuk itu tampak suram, tersembunyi di tengah hutan, jauh dari pedesaan.

Di dalam gubuk itu, terdapat banyak sekali keris dan sesajen.

Pak Broto dan Nyai Sawitri memang pergi ke desa untuk membagikan sembako.

Tetapi, setelah dari sana, mereka pergi ke rumah Mbah Sukirman, dukun yang mereka percayai.

"Mbah, arwah Susi sepertinya sudah mulai meneror desa kami. Semalam, ada bayi yang hilang," ucap Pak Broto.

"Hem, ini memang sudah aku duga. Ternyata benar penerawanganku waktu itu, dia memang sudah bangkit," jawab Mbah Sukirman.

"Tolonglah, Mbah, aku tidak mau hantu itu meneror warga desa. Lama-lama bukankah mereka akan mencari tahu tentang hantu itu, jika terus ada bayi yang menghilang," ucap Nyai Sawitri.

"Benar itu. Kami tidak mau semua sanjungan dari para warga menghilang jika mereka tahu perbuatan kami," timpal Pak Broto.

"Dasar manusia gila hormat. Baiklah, aku akan mencobanya. Tapi, kalian harus memberikan bayaran yang setimpal, karena arwah ini cukup kuat," jawab Mbah Sukirman.

"Kau ingin bayaran berapa, Mbah?" tanya Pak Broto.

"Sedikit saja, aku hanya ingin 15.000.000," jawab Mbah Sukirman sambil tersenyum.

Uhuk.

Pak Broto terbatuk saat mendengar jumlah uang mahar yang harus dibayarkan.

"Kenapa kamu terkejut? Kamu pikir menaklukan arwah itu mudah, Broto?" tanya Mbah Sukirman dengan datar.

"Baiklah, Mbah, kami akan membayarkan mahar itu. Tapi ingat, kau harus berhasil membuat arwah itu tidak meneror desa kami lagi," jawab Pak Broto.

"Kamu jangan meremehkanku, aku pasti bisa menaklukan kuntilanak itu. Cepat bayar sekarang, karena nanti malam aku akan melakukan ritualnya," ucap Mbah Sukirman.

"Aku akan memberikan DP dulu, Mbah, karena kami tidak membawa uang sebanyak itu sekarang," ucap Pak Broto.

"Baik, berikan uang kalian," jawab Mbah Sukirman sambil menadahkan tangannya.

Pak Broto menyerahkan sejumlah uang pada Mbah Sukirman.

Uang itu hanya berjumlah 5.000.000 saja, karena Pak Broto hanya membawa uang segitu.

"Bagus. Kembalilah ke sini besok. Kalian harus membayar sisanya," ucap Mbah Sukirman.

"Baik, Mbah, kalau begitu kami pulang dulu," jawab Nyai Sawitri.

Kedua pasangan suami istri itu pun pergi dari gubuk Mbah Sukirman.

"Hahahaha. Aing beunghar, aing beunghar," ucap Mbah Sukirman riang.

(Hahaha. Aku kaya, aku kaya)

Tetapi, selanjutnya Mbah Sukirman terdiam.

Ia berpikir, apakah ia harus menundukan arwah Susi atau tidak, dan apakah kekuatannya cukup untuk hal itu?

Sebab, tadinya ia ingin menundukan Susi, dan meminta kuntilanak itu untuk tak menganggu desa Dukuh Asem.

Setelah itu, barulah ia akan menjadikan Susi sebagai peliharaannya.

"Aku lawan sajalah setan itu, lagian emang sekuat apa sih dia? Paling kuntilanak biasa," batin Mbah Sukirman sambil menyeringai.

***Kembali kepada Arumi, kini gadis itu sudah sampai di masjid.

Saat itu, kurang lebih ada 10 anak yang datang untuk belajar mengaji.

Karena ia bersama Bella, jadi anak-anak itu dibagi 2.

Arumi dan Bella sama-sama mengajar 5 anak.

"Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat sore, anak-anak," ucap Arumi mengawali pengajian.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat sore juga, Kakak Arumi," jawab kelima anak itu serempak.

"Gimana, di sini siapa yang udah hafal surah Al-Alaq yang kemarin Kakak udah ajarkan?" tanya Arumi.

Salah 1 anak di situ, yang bernama Sita pun mengangkat tangannya.

"Aku udah hafal, Kak, tapi baru sampe ayat 5 aja," ucap Sita.

"Nggak apa-apa, Sita. Yang penting kamu sudah berusaha. Ayo, coba bacakan, Kakak mau dengar," kata Arumi.

Gadis kecil yang bernama Sita itu pun membacakan surah Al-Alaq yang diinginkan oleh Arumi.

Arumi mendengarkan, sesekali ia akan mengoreksi jika Sita lupa ayat yang akan ia baca.

"Nah, Sita sudah bagus, ayo tepuk tangan buat Sita," ucap Arumi.

Prok, prok, prok!

Anak-anak itu bertepuk tangan, merasa kagum karena Sita sudah hafal.

"Sita, di rumah terus hafalan ya, Sita sudah bagus, tapi harus lebih ditingkatkan lagi," ucap Arumi.

"Siap, Kak," jawab Sita.

Arumi kembali mengetes hafalan anak-anak yang ia ajar, ia pun membacakan lanjutan ayat dari surah Al-Alak.

Setelah selesai sesi mengaji, Arumi juga membacakan cerita-cerita Nabi untuk mereka.

Sebenarnya, itulah yang membuat anak-anak itu senang.

Karena Arumi kalau bercerita itu semangat dan ekspresif, membuat mereka tidak merasa bosan.

Arumi juga akan senang hati menjawab, jika anak-anak itu ada yang bertanya kepadanya.

"Kak Arumi, aku boleh bertanya nggak?" tanya salah 1 anak, namanya Aldi.

"Boleh, ayo silakan," jawab Arumi.

"Kata Mama aku, katanya ayat Al-Quran yang pertama turun itu ayat surah Al-Alaq dari ayat 1 sampai 5. Itu beneran enggak, Kak?" tanya Aldi.

Arumi tersenyum kala mendengar pertanyaan anak itu.

Ia pun mulai menjelaskan lebih lanjut.

"Waaah, berarti Mama aku hebat ya, Kak, soalnya bener," ucap Aldi.

"Iya, mama kamu itu hebat," jawab Arumi.

Saat itu, Arumi tak sengaja melihat ke arah seorang anak.

Anak itu bernama Lestari.

Sedari tadi, Arumi melihat anak itu sangat pendiam.

Anak itu tidak seperti biasanya yang periang dan banyak bertanya.

Kali ini, ia tampak duduk diam, bicara pun saat Arumi mengetes hafalannya saja.

"Lestari, kamu sakit atau kenapa? Kok kamu diam saja?" tanya Arumi sambil mendekati Lestari.

"Lestari kepikiran sama adik bayi, Kak," jawab bocah itu.

"Lo, memangnya adiknya Lestari kenapa?" tanya Arumi.

"Aku takut adik hilang kayak bayinya Ibu Lela," jawab Lestari.

Arumi terdiam, ia tak menyangka Lestari akan berkata seperti itu.

"Makanya Lestari berdoa sama Allah, ya, biar adik bayinya nggak apa-apa. Lestari juga harus jagain adik bayinya, jangan ditinggal," ucap Arumi.

"Iya, Kak, Lestari bakal jagain adik," jawab gadis kecil itu.

"Nah, anak-anak, sekarang sudah sore, mari kita berdoa dulu," ucap Arumi.

Arumi dan Bella keluar dari masjid setelah mereka selesai mengajar.

"Kak, kita langsung pulang aja apa gimana ini?" tanya Bella.

"Langsung pulang aja, takutnya keburu hujan," balas Arumi.

1
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
ayoo cari tahu alasannya arumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
dahar heula,, lapar aing eui😄
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
mangan saetik😄
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kayak disirep ya ini, buat orangnya jadi lupa ingatan beberapa saat
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
Thor, yang paling kusukai dari novel ini adalah gaya penceritaan nya, pemilihan kata yang sederhana dan bahasa sehari-hari.
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
pake istilah yang kekinian, cetaaaakkkkk
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
😄 aku suka sama istilah kamu Thor, ilmu melipat bumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
aduh, ya iya ada dong,, kayak kita Mauk ke dalam dunia cermin, nah dalam kamuflase cermin itu ada pantulan matahari juga, gitu kan yaa
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
emang iyaa dengan meditasi bisa fokus, trus fikiran tentang hantu akan hilang
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
di Sumatera istilah begu juga ada dipakai, begu artinya setan di salah satu daerah
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
ini tahapan-tahapan bersemedi yah
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kayaknya meditasi kalau di dalam gua cocok bagi yang perlu liburan weekend kelar mumet kerjaan numpuk yaa
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
berat kalau jalani tirakat yaaa, tapi nanti semua keinginan sikabulin begitu kah
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
tenaga dalamnya terkuras ya Arumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
terima kasih sudah menyajikan cerita horor atau misteri dengan sederhana. Saya jadi tak parno membacanya
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
Thor tahu gak, kamu membuat sebuah cerita misteri jadi terkesan dialog sehari-hari antar sesama manusia, padahal mah setan dan cs semua tokoh-tokoh pembantunya
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kenapa gak beli aja Arumi
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
oh ini toh kujang
Lili Aksara
Nah guys, sekarang saya udah tahu ya caranya nambahin ilustrasi ke dalam bab, jadi mungkin sedikit saya akan masukan ilustrasi supaya nggak terlalu ngebosenin.
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
emang tubuh yang sudah ditakdirkan dirasuki leluhur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!