NovelToon NovelToon
Anakku! Diceraikan Setelah Melahirkan

Anakku! Diceraikan Setelah Melahirkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Ibu susu
Popularitas:20.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Larasati, gadis desa sederhana, percaya bahwa pernikahannya dengan Reza Adiguna akan membawa kebahagiaan. Namun semua harapan itu hancur di hari ia melahirkan—anaknya direbut, dirinya diceraikan, dan ia dicampakkan tanpa sempat memeluk buah hatinya.

Sendiri dan hancur, Larasati berjuang bertahan hidup di tengah kota yang asing. Hingga takdir mempertemukannya dengan Hajoon Albra Brajamusti, pria yang dulu pernah dikenalnya tanpa sengaja.

Dengan keberanian yang tumbuh dari luka, Larasati menyamar sebagai ibu susu demi bisa dekat dengan anaknya kembali.

Di tengah perjuangannya, hadir perasaan yang tak pernah ia duga.

Apakah Larasati sanggup merebut kembali anaknya sekaligus menemukan arti cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin Merebut Elio 20

"Ras gimana tadi, aman kan?"

Sesampainya di Korea, Hajoon langsung menanyakan kabar Laras. Dia sungguh sangat khawatir tentang kunjungan hari kedua Laras ke kediaman Adiguna. Terlebih Laras pergi sendiri dan tak lagi diantar oleh Brigita.

"Aman kok Bang, nggak perlu khawatir. Aku bakalan sangat hati-hati biar nggak ketahuan," jawab Laras.

Hajoon bernafas lega, pria itu tidak menyangka bahwa ia bisa mengkhawatirkan seseorang di luar keluarganya. Terakhir peristiwa yang membuatnya khawatir adalah tentang sang kakak. Meski trauma mereka berbeda, tapi tetap saja Hajoon merasa bahwa Laras juga sedikit mengkhawatirkan.

Laras yang pernah ingin mengakhiri hidupnya, benar-benar membuat Hajoon takut. Sehingga dia mau tidak mau menempatkan seseorang untuk mengawasi Laras.

Bukan untuk memata-matai, Hajoon hanya ingin berjaga-jaga agar Laras tidak melakukan hal seperti itu lagi.

"Oke kalau gitu, aku seneng kamu beneran bisa ngelakuinnya dengan aman. Dan tetep selalu hati-hati ya," ucap Hajoon.

"Iya Bang. Oh iya, soal tawaran Abang waktu itu. Aku mau. Aku mau ngambil Elio dari tangan mereka. Apa Abang beneran bisa bantu?"

Degh!

Hajoon tidak menyangka bahwa Laras akan bicara lebih dulu sekarang ini. Padahal ia cukup khawatir Laras akan menolak. Pasalnya ketika membahas tentang hal tersebut, Laras seolah tidak tertarik.

"Beneran kamu mau? Tapi Ras, ini bakalan nggak mudah. Karena mau nggak mau kamu bakalan inget kenangan buruk itu lagi. Dan akau tahu, bahwa hal tersebut sangat menyakitkan buat kamu?" ucap Hajoon. Meski dirinya nampak senang dengan apa yang disampaikan Laras, tapi ia tetap khawatir.

Mengambil Elio dari tangan Reza dan Eva, itu berarti bahwa Laras harus menggali kenangan buruk dan menyakitkan itu lagi.

"Nggak masalah Bang, aku bisa. Aku harus bisa karena semua ini demi Elio. Aku nggak akan ngelepasin Elio ke orang-orang yang nggak punya cinta dan kasih sayang,"jawab Laras penuh dengan keyakinan. Dia bisa menahan semua rasa sakit itu untuk putranya. Dia akan melakukannya, karena bagi Laras kehidupan Elio yang akan datang lebih penting dari apapun di dunia.

"Oke kalau gitu. Setelah aku pulang nanti, mari kita mulai. Aku akan berusaha buat nyelesein kerjaan aku secepetnya di sini. Jadi sampai itu tiba, aku mohon kamu tetep bisa bertahan dengan baik."

"Baik, Bang. Makasih banyak. Aku nggak tahu gimana cara buat ngebales semua bantuan dan pertolongan Abang ke aku. Aku beneran makasih banget."

Laras sangat berterimakasih dan juga bersyukur. Keberadaan Hajoon bak malaikat penolong. Entah akan jadi seperti apa jika dirinya tak bertemu Hajoon siang itu. Mungkin sampai sekarang, sampai detik ini, Laras tak akan pernah bisa bertemu dengan anaknya.

Maka dari itu Laras bersyukur, namun dia juga bingung bagaimana cara membalas semua kebaikan pria tersebut.

"Nggak masalah, aku seneng bisa bantu. Aku ingat dulu kamus ama Bapak baik banget ke kami. Anggap saja ini kebaikan yang sama. Ya udah, kamu istirahat, sudah malam. Besok pagi-pagi kamu harus bertemu Elio kan? Inget, kalau ada apa-apa bilang aja sama Eomma atau Appa."

"Iya Bang."

Tuuut

Panggilan ditutup, Hajoon bernafas lega karena Laras baik-baik saja. Dan dia bertekad untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.

Awalnya Hajoon ingin menghubungi Kieran, tapi dia urung melakukan itu. Hajoon ingin mengajak Laras sekalian untuk bertemu Kieran nanti agar bisa membahas tentang rencana mereka mengambil Elio dari tangan Reza dan Eva.

Namun, apakah semuanya akan berjalan sesuai dengan rencana Hajoon? Apakah takdir ibu dan anak itu akan indah, atau sebaliknya.

Manusia hanya berusaha, tapi Tuhan lah yang menentukan. Kalimat itu tentu bukan hanya sekedar kata-kata semata saja. Karena banyak hal yang sangat relevan dengan kalimat tersebut.

Takdir antara Laras dan Elio, sama sekali tidak ada yang tahu. Niat teguh Laras, bisa saja berbanding lurus dengan hasil, tapi juga bisa berbanding terbalik.

Laras yang kuat, belum tentu Elio kuat. Pun sebaliknya.

***

Pagi mulai menjelang. Laras yang sudah bangun sejak dini hari tadi sudah berjibaku di dapur. Kediaman Brajamusti memiliki seorang asisten rumah tangga yang dipanggil Bibik. Laras sudah sangat terbiasa melakukan pekerjaan di dapur seperti memasak, sehingga dia dengan senang hati membantu Bibik untuk menyiapkan sarapan.

"Nggak usah Non, mending Non Laras siap-siap aja buat berangkat,"ucap Bibik yang merasa tidak enak karena Laras membantu pekerjaannya. Meski bukan baru kali ini Laras membantu, namun Bibik sungguh merasa tidak enak.

Ia menganggap Laras adalah majikannya juga, jadi Bibik tidak ingin Laras kelelahan. Apalagi Laras adalah seorang ibu menyusui. Ya Bibik juga mengetahui cerita tentang Laras dan dia juga ikut prihatin tentang peristiwa yang menimpa wanita muda itu.

"Nggak apa-apa Bik, sekalian juga aku mau nyimpen susu nih. Tadi baru aja kelar pumping," jawab Laras sambil tersenyum lebar.

"Alhamdulillah, banyak banget Non. Deres ya ASI nya, pasti dedeknya seneng banget," ucap Bibik.

"Iya Alhamdulillah. Elio semangat banget minum susunya, Bik. Jadi aku akan bawain stok ASIP ku. Andaikan aku bisa terus sama dia, aku pasti bakalan bisa nyusuin dia lansung."

"Yang sabar ya Non."

Laras tertunduk lesu setiap mengingat bahwa anaknya tidak ada di pelukannya. Lehernya terasa tercekat, ketika membayangkan Elio menangis karena lapar.

Bayi itu masih berada di usia dibawah 6 bulan, yang mana makanan utamanya adalah ASI. Jadi Laras sangat ingin memeluk dan menyusui setiap saat ketika lapar, seperti yang dilakukan oleh busui-busui pada umumnya.

Namun situasi serta kondisi Laras dan Elio jauh berbeda dengan ibu dan bayi pada umunya. Laras tak selalu bisa bersama Elio karena ulah orang-orang egois itu.

"Makasih Bik, aku ke kamar dulu ya buat siap-siap."

"Ya oke Non."

Laras melenggang pergi kembali ke ka kamarnya. Tak pernah diduga oleh Laras bahwa apa yang baru saja dikatakan olehnya didengar oleh ibu dari Hajoon.

Brigita langsung menggenggam bajunya, dadanya ikut sesak mendengar apa yang Laras katakan.

"Kok mereka bisa setega itu sama ibu dan bayinya?"ucap Brigita lirih. Sungguh terasa sangat tidak masuk akal melihat seroang suami yang tega memisahkan anak dari ibunya sendiri.

Dulu Brigita pernah mengalami keguguran, dan itu rasanya sangat menyakitkan meski kandungannya belum besar. Tapi rasa kehilangan itu nyata.

Sedangkan yang terjadi pada Laras, mungkin bisa dibilang lebih menyakitkan. Karena dia dipisahkan secara paksa dengan anak yang jelass-jelas masih hidup. Bahkan dia tak bisa melihat setelah persalinan dilakukan.

"Dasar setan,"umpat Brigita dengan penuh kemarahan.

TBC

1
Yunita Sophi
yah Hajoon kan baik Laras... kamu baru keluar rumah sakit kan emang harus istirahat dulu... Hajoon modus nya tepat kan 😄😄
Yunita Sophi
orang tua yg baik dan pengertian... semoga Laras mendapat kan mertua yg seperti mereka baik nya..
Yunita Sophi
Alhamdulillah semoga Hajoon bisa membalaskan sakit hati nya Laras...
Yunita Sophi
untung Laras bertemu teman lama yg baik...
dewi rofiqoh
Sepertinya tubuh elio tidak bisa menerima adi kamu Eva! Makanya ia kejang
Esther
iti pasti efek dari susu yang dicampur Eva
Yunita Sophi
nah ya Hajoon bawa anak orag ke rumah orang tua mu..
A R
😭😭😭😭 eliooo.. asi nya beracunb krn org nya punya niat jahatt
Sugiharti Rusli
kira" apa yang akan terjadi nanti saat di rumah sakit, dan apa Laras akan langsung berangkat saat itu juga ke kota,,,
Sugiharti Rusli
anak itu memberi sinyal dengan reaksi tubuhnya yang menolak dengan keras ASI dari ibunya yang dicampur meski hanya setetes,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya reaksi tubuh baby Elio hisa sangat sensitif meski ASI yang Eva beri hanya sedikit yah,,,
Sugiharti Rusli
dan baby Elio bukan bereaksi dengab menolak langsung ASIP yang sudah dicampur si Eva, tapi malah saat tidur reaksinya,,,
Sugiharti Rusli
ternyata firasat seorang ibu ke anaknya memang kuat yah meski ga tahu ada apa,,,
Sugiharti Rusli
kira" baby Elio apa akan mau meminum ASI yang sudah dicampur meski hanya sediki,,,
Sugiharti Rusli
mana dia coba menghubungi no Laras yang belum diganti, kalo pas dia di rumah Reza kalo hp nya aktif kan bisa terbongkar penyamarannya,,,
Sugiharti Rusli
soalnya posisi Laras secara ga langsung mulai ada ancaman karena si Reza yang teringat mantan istrinya itu yah
Sugiharti Rusli
mana proses buat mengambil hak asuh baby Elio masih tertunda entah sampai berapa lama sampai Hajoon kembali lagi
Sugiharti Rusli
lagi si Hajoon kenapa dia membuat nama samaran Laras mirip gitu sih yah, kan jadi ada kecurigaan si Reza tuh jadinya
Sugiharti Rusli
hadeh sepertinya si Reza memang teringat lagi sama mantan istrinya yang sudah dia ceraikan dengan kejam yah,,,
Eliermswati
ayo loh reza itu akibat istri mu memaksakan kehendak nya, jd berakibat fatal sm baby el🤣🤣😍😍😍smngt thor up nya smga elio g knp2 y thor kshn laras klo ank nya smpe sakit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!