NovelToon NovelToon
Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku Tidak Mandul, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:85.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Annisa rela meninggalkan statusnya sebagai putri tunggal keluarga terpandang demi menikahi Haikal, pria yang ia cintai. Bahkan, ia menolak perjodohan dengan Emran Richard, pria sukses yang sejak lama berjanji akan membahagiakannya.

Namun, setelah menikah, hidup Annisa berubah menjadi penderitaan. Dihina ibu mertua, divonis mandul, hingga akhirnya ditalak tiga oleh Haikal di malam hujan saat suaminya berada di puncak karier. Haikal merasa semua keberhasilannya hasil kerja kerasnya sendiri. Padahal, tanpa ia sadari, karier dan hidup mewahnya berdiri di atas satu nama, Annisa Wijaya.

Saat kebenaran terungkap dan penyesalan datang, Annisa sudah berubah. Akankah, Annisa kembali pada suaminya, atau justru menghancurkan suaminya tanpa ampun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Pintu ruang kerja terbuka keras.

Emran Richard masuk dengan langkah cepat dan wajah dingin yang kini dipenuhi amarah. Han yang sejak tadi menunggu di dalam langsung berdiri tegak.

Namun, sebelum ia sempat bicara Emran menendang kursi kerjanya sendiri hingga terbanting keras ke lantai. Suara benturan itu menggema memenuhi ruangan luas tersebut.

Han refleks menunduk lebih dalam. Tidak berani bertanya apa pun. Karena tanpa perlu dijelaskan, ia sudah tahu penyebab kemarahan tuannya. Selama bertahun-tahun bekerja bersama Emran, Han sangat memahami satu hal, pria itu jarang marah. Tetapi kalau sudah marah karena seseorang yang dia sayangi, maka semuanya akan menjadi buruk.

Emran berdiri membelakangi Han sambil menarik napas kasar. Tangan pria itu mengepal begitu kuat hingga urat di punggung tangannya terlihat jelas.

“Sialan...” desisnya rendah penuh amarah. Ruangan mendadak terasa begitu menekan.

Emran akhirnya berbalik dengan sorot mata tajam yang dingin.

“Pria itu memperlakukan Annisa dengan buruk!”

Han perlahan menatap setumpuk berkas di meja. Semua data tentang Haikal dan keluarganya ada di sana. Dan setelah membacanya semalaman, bahkan Han sendiri ikut terkejut melihat kehidupan Annisa selama lima tahun terakhir.

“Tidak ada transfer uang rutin atas nama Nona Annisa,” jelas Han hati-hati. “Sebaliknya ... sebagian besar pengeluaran rumah berasal dari tabungan pribadi beliau,"

Rahang Emran langsung mengeras. Han melanjutkan,

“Rumah yang ditempati Haikal juga dibeli menggunakan dana milik Nona Annisa.”

“Tapi...” Han menelan ludah pelan, “kemarin Haikal mulai mengurus surat pengalihan rumah atas namanya.”

Tinju Emran menghantam meja keras hingga beberapa berkas bergeser jatuh. Han langsung terdiam. Sorot mata Emran kini benar-benar mengerikan.

“Dan mereka mengusirnya?” tanya pria itu pelan.

Han mengangguk.

“Di tengah hujan...”

Namun, justru keheningan itu terasa lebih menakutkan dibanding teriakan marah. Beberapa detik kemudian, Emran tertawa kecil.

“Bagus...”

Han langsung mengangkat kepala sedikit.

“Sangat bagus.” Tatapan Emran menggelap penuh amarah. “Kalau begitu ... sekarang giliran mereka yang saya hancurkan.”

Han masih berdiri diam di depan meja kerja dengan beberapa berkas di tangannya.

Suasana ruangan masih terasa mencekam setelah ledakan emosi Emran Richard beberapa saat lalu. Namun, Han tahu masih ada satu informasi penting yang harus disampaikan.

“Tuan...” panggilnya hati-hati.

Emran berdiri di dekat jendela besar sambil menatap halaman mansion yang masih basah oleh hujan semalam.

“Apa lagi?”

“Pagi ini Haikal pergi ke pengadilan agama.”

Tatapan Emran tidak berubah. Han melanjutkan,

“Dia sedang mengurus surat perceraian.”

Namun, di luar dugaan, Emran justru terlihat tenang.

“Biarkan saja,”

Han sedikit terkejut.

“Tuan?”

Emran akhirnya menoleh perlahan.

“Pria seperti dia punya kuasa kecil dan koneksi murahan.” Nada suaranya dingin penuh penghinaan. “Dia bisa mempercepat proses itu bahkan tanpa kehadiran Annisa.”

Han terdiam mendengar ucapan tersebut. Lalu Emran kembali berkata pelan,

“Itu lebih bagus...”

Sorot mata pria itu perlahan menggelap.

“Karena mulai hari ini...” langkahnya perlahan mendekati meja kerja, “Annisa tidak akan ada hubungan apapun lagi dengan pria itu..."

Han langsung memahami maksud perkataan tuannya. Ia mulai merasa Haikal benar-benar sedang berjalan menuju kehancurannya sendiri. Han kembali membuka tablet di tangannya setelah suasana ruang kerja sedikit lebih tenang.

“Tuan,” ujarnya hati-hati, “tiga hari lagi pesta ulang tahun Tuan Darto.”

Emran Richard duduk kembali di kursi kerjanya sambil membuka beberapa berkas tentang Haikal.

“Beliau juga ingin bertemu dengan Anda sebelum malam ulang tahun,” lanjut Han.

Emran terdiam beberapa detik. Nama Darto membuat pikirannya kembali tertuju pada Annisa. Pada hubungan ayah dan anak yang rusak selama lima tahun. Dan pada fakta bahwa Darto sama sekali belum tahu keadaan putrinya sekarang.

Pria itu akhirnya menutup berkas di tangannya pelan.

“Buatkan jadwal hari ini.”

Han langsung mengangkat kepala. “Pertemuan dengan Tuan Darto?”

Emran mengangguk tipis.

“Di perusahaan Erlangga.”

“Baik, Tuan.” Han segera mencatat semuanya cepat.

Sementara itu, Emran kembali bersandar di kursinya dengan tatapan dalam. Entah bagaimana reaksi Darto nanti saat tahu Putri tunggal yang selama ini dibanggakan hidup menderita seperti itu.

Setelah selesai membicarakan jadwal pertemuan dengan Han, Emran Richard kembali berjalan menuju kamar Annisa. Langkah pria itu tenang menyusuri koridor mansion yang sunyi. Namun, begitu mendekati pintu kamar suara lirih Annisa terdengar dari dalam.

“Saya bisa sendiri...”

Langkah Emran langsung melambat.

“Tidak perlu disisir seperti ini,” lanjut suara Annisa pelan penuh canggung. “Jangan perlakukan saya seperti nona rumah ini.”

Di dalam kamar, seorang pelayan wanita sedang berdiri di belakang Annisa sambil menyisir perlahan rambut panjang wanita itu yang masih sedikit lembab.

Sementara Annisa duduk di depan meja rias dengan wajah tidak nyaman.

“Saya hanya tamu,” ucapnya lirih lagi.

Tatapan Emran perlahan berubah dalam mendengar kalimat itu. Tanpa mengetuk lagi, pria itu langsung membuka pintu kamar dan masuk.

“Biarkan mereka melayani kamu," suara rendah Emran langsung membuat suasana kamar hening.

Annisa spontan menoleh. Tatapannya bertemu dengan pria itu yang kini berdiri di ambang pintu dengan aura dingin dan berwibawa seperti biasa.

Pelayan wanita langsung menunduk hormat.

“Tuan.”

Emran tidak mengalihkan pandangannya dari Annisa.

“Kamu sedang sakit,” katanya tenang. “Jadi berhenti menolak bantuan orang lain.”

Annisa terdiam.

Entah kenapa kalimat sederhana itu justru membuat dadanya terasa sesak. Melihat Annisa tidak membantah lagi, Emran akhirnya memberi isyarat kecil pada pelayan.

Pelayan itu langsung membungkuk dan kembali melanjutkan menyisir rambut Annisa dengan hati-hati. Sementara Emran berjalan mendekat perlahan. Tatapannya diam-diam memperhatikan wajah Annisa lewat cermin meja rias. Dan semakin ia melihatnya, semakin jelas bahwa wanita itu telah banyak berubah.

1
ken darsihk
Anjayyy mertua toxic merasa paling hebat 😠😠😠
ken darsihk
Ho oh syedihhh
ken darsihk
Mimpi lo kejauhan Haikal 😂😂😂s
ngatun Lestari
rasain lu..makanya jangan Maruk jadi laki
Ass Yfa
puas bngt....hhh aku...liat mereka hancur tak bersisa...yg paling berat sanksi sosial...bisa2 jadi gila
Ass Yfa
modar ra kowe...😒
Ass Yfa
heh..Haikal bidoh apa oon ..nempermalukan diri sendiri
Ratih Tupperware Denpasar
haikal ini juga aneh wkt ibunya menghina anisa dia malqh mendukung ibunya bahkan menerima dr gadungan itu.. skr baru nyalahin ibunya. kalo kamu cinta beneran sama anisa harusnya bela thu istrimu bukan malak mengikuti permainan ibumi dan menalak anisa....dasar kamunya aja yg plinplan
Sri Widiyarti
puas banget bacanya....
Sri Widiyarti
makasih banyak kak up-nya 🥰
Les Tary
lasmi gaya gayaan...kyk dia sendiri kaya sampai merendahkan annisa
iqha_24
penyesalan datang belakangan yaa kan Haikal wkwkwk
爾妮
lanjutkan tor🤣🤣
dyah EkaPratiwi
rasakan Haikal nyesel kan
Dew666
💄💄💄
mariammarife
yo ngga bisa lngsng nikah hrs menunggu masa Iddah nya Annisa beres dulu pak Darto
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kalo sudah tiada baru terasa
bahwa kehadirannya sungguh berharga
Mutaharotin Rotin
rasain kalian bertiga kena karma nya 😂😂
Mutaharotin Rotin
laaannjjuut thor 🥰🥰🥰
mariammarife
mas Emran jgn terburu² ngajak Annisa nikah harus nya nunggu masa Iddah nya selesai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!