NovelToon NovelToon
Petani Ndeso Di Dunia Game

Petani Ndeso Di Dunia Game

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Romansa / Slice of Life
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Bima Saputra, seorang sarjana pariwisata yang hidupnya terjerat lilitan utang keluarga, kini terjebak menjadi juragan warung sayur di Kabupaten Jatiroso. Realita yang pahit, ibu sakit, dan pernikahan diam-diam dengan wanita impiannya, Dinda, membuatnya merasa terhimpit. Namun, nasibnya berubah drastis saat ponselnya kesetrum, membuka gerbang menuju ladang virtual game Harvest Moon! Kini, ia bisa menanam buah dan sayur berkualitas dewa yang tumbuh sekejap mata, memindahkannya ke dunia nyata, dan menjualnya untuk meraup omzet gila-gilaan. Dari semangka manis hingga stroberi spesial, Bima menemukan jalan ninjanya menuju kekayaan. Bisakah ia melunasi utang ratusan juta, membahagiakan ibunya, dan meresmikan pernikahannya dengan Dinda secara terang-terangan, tanpa ada yang mencurigai rahasia ladang gaibnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hadiah dari Si Kurcaci!

Bima melangkah masuk ke lobi Kantor Pajak Pratama. Berhubung ini bukan jam sibuk, ruangannya lumayan sepi dan tidak perlu antre panjang. Apalagi, zaman sekarang kebanyakan orang sudah mengurus pajaknya secara online lewat smartphone.

Biasanya, yang masih repot-repot datang ke loket buat bayar pajak secara fisik itu antara orang yang baru pertama kali lapor, atau para pedagang veteran yang gaptek dan parno kalau duitnya ilang kena tipu sistem online.

"Selamat siang, Pak. Silakan tunjukkan KTP Anda, nanti saya bantu cek dan cetak kode billing pembayarannya," sapa ramah seorang staf perempuan muda dari balik loket. Di papan namanya tertulis Vanya Putri.

Bima menyodorkan KTP-nya. Karena sebelumnya ia sudah menyelesaikan laporan SPT secara online, Vanya hanya perlu memindai KTP itu untuk memunculkan nominal tagihannya di sistem.

Tepat pada saat itu, Candra juga muncul di lobi.

Pemuda itu pura-pura sibuk mengambil beberapa berkas dokumen, padahal ekor matanya terus mengawasi Bima. Ia penasaran setengah mati pengen tahu berapa sih nominal pajak yang dibayar oleh 'suami kere' Dinda Saraswati ini.

Namanya juga ego laki-laki yang terluka, ada rasa kepuasan tersendiri kalau dia bisa membuktikan cowok di depannya ini beneran gembel dan cuma bayar pajak recehan.

Vanya menerima KTP Bima. Begitu data pembayaran pajaknya muncul di layar monitor, ia refleks menahan napas dan memekik pelan, "Lho..."

Wajar saja dia kaget. Angka yang tertera di layarnya itu benar-benar di luar nalar.

Pemuda di depannya ini baru berumur 23 tahun, palingan baru setahun lulus kuliah. Tapi omzet bulanannya tembus lebih dari Rp 200.000.000, dan tagihan pajak yang harus dibayarnya mencapai Rp 48.756.000!

Di kabupaten pinggiran macam Jatiroso ini, anak muda yang gajinya Rp 200.000.000 setahun aja udah dibilang mapan luar biasa. Lha ini? Sebulan dua ratus juta! Pemuda model begini di Jatiroso jumlahnya bisa dihitung pakai jari satu tangan.

Bagi seorang wanita single seperti Vanya, pemuda di depannya ini bagaikan tambang berlian berjalan! Sosok Alpha Male kasta tertinggi!

Ia sampai refleks mendongak menatap Bima. Sorot matanya yang tadinya profesional standar seketika berubah berbinar penuh minat.

"Mas Bima, data pembayarannya sudah muncul ya. Mas bisa langsung scan QRIS untuk bayar, setelah itu saya cetakkan bukti pelunasannya." Nada bicara Vanya mendadak sepuluh kali lipat lebih lembut dan mendayu, berusaha memancarkan pesona paling cantiknya.

Bima mengeluarkan ponselnya, memindai barcode di mesin kasir, dan menekan tombol konfirmasi pembayaran.

Tak lama berselang, suara notifikasi mesin Electronic Data Capture (EDC) bergema kencang di ruangan yang sepi itu: "Pembayaran Pajak Berhasil. Nominal: Empat Puluh Delapan Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Enam Ribu Rupiah!"

Mendengar nominal itu, bola mata Candra yang berdiri tak jauh dari sana nyaris copot melompat keluar dari rongganya. Di dalam kepalanya, puluhan ribu kebun binatang sedang berteriak serempak: ASUUUU!

Bayar pajak aja nyaris lima puluh juta?! Berarti omzet sebulannya tembus ratusan juta dong?!

Jangkrik! Orang gila mana yang punya omzet ratusan juta tapi ke mana-mana naik motor listrik butut?!

Ah, iya juga. Kalau orang miskin naik motor listrik, namanya gembel. Tapi kalau miliarder yang naik motor listrik... itu namanya Low-Profile kasta dewa!

Mental Candra mendadak hancur lebur berkeping-keping.

Vanya dengan luwes memberikan selembar bukti cetak pembayaran kepada Bima, lalu tersenyum manis penuh arti. "Mas Bima, Kantor Pajak kami kebetulan punya program Layanan Ekstra. Kalau Mas berkenan, kita bisa tukeran nomor WhatsApp. Kalau ada kendala soal hitung-hitungan pajak ke depannya, Mas bisa konsultasi private sama saya kapan aja."

"Alah, tai kucing..." Candra mengumpat jengkel dalam hati mendengar modus murahan itu. Sejak kapan instansi pemerintah ngasih 'Layanan Ekstra' via WhatsApp pribadi?!

"Lho, Mas Bima, kok di sini?" Sebuah suara renyah nan familiar memecah suasana.

Dinda Saraswati dengan wajah berbinar berlari kecil menghampiri Bima di depan loket.

"Eh, Sayang!" Bima menatap istrinya dengan senyum merekah. Rasanya pengen banget dia narik dan nyium pipi Dinda detik itu juga, tapi sadar ini tempat umum dan lagi di kantor istrinya, niat itu diurungkan.

Melihat adegan mesra itu, insting teritorial Vanya sebagai wanita refleks menyala. Ia bertanya dengan nada penasaran, "Dinda, kamu... kenal sama Mas Bima?"

"Itu suaminya," potong Candra dengan nada salty bin ketus dari belakang.

"Hah?!" Vanya langsung terbengong-bengong. Sedetik kemudian, rasa nyesek merayap di hatinya.

Barang kualitas premium emang selalu cepet sold out-nya. Gila, cowok muda tajir melintir begini ternyata udah digebet duluan. Pantesan aja Dinda selama ini masa bodoh dan nolak mentah-mentah semua cowok di kantor yang pada antre ngejar-ngejar dia.

Vanya melirik sinis ke arah Candra. Dibandingkan pemuda mandiri self-made yang bayar pajak puluhan juta begini, cowok modelan Candra yang pamer mobil Audi hasil todongan duit orang tua sama kakaknya itu bener-bener berasa kayak ampas tahu. Jauh banget levelnya!

"..." Candra yang sangat sensitif langsung menyadari tatapan menghina dari Vanya.

Maksud lu apa natap gue kayak gitu hah?! batin Candra meronta tak terima.

Bima menoleh ke arah Dinda dan tersenyum santai. "Iya Din, aku baru selesai lapor SPT, sekalian setor pajaknya."

"Setor pajak?" Dinda tampak kaget. Ia tahu persis kondisi warung buah Bima. Selama ini omzet warungnya jangankan buat bayar pajak, buat menuhin kuota makan aja kadang ngepas. Kok tiba-tiba wajib pajak?

Tapi Dinda segera ingat cerita Bima yang belakangan ini pindah haluan jadi pemain grosir. Berarti, bisnis grosirnya benar-benar meledak!

Saking penasarannya, Dinda merebut pelan struk pembayaran dari tangan Bima.

Begitu matanya menangkap deretan angka di kertas itu... napas Dinda seketika tercekat. "Empat puluh delapan juta?!"

Gila, kalau setor pajaknya aja nyaris lima puluh juta, berarti omzet bersih Bima bulan ini tembus dua ratus juta lebih dong!

Setelah memastikan matanya tidak siwer, Dinda langsung menarik lengan Bima keluar dari lobi. Setibanya di teras gedung yang agak sepi, ia langsung mencecar suaminya, "Mas Bima, ini beneran?! Usaha grosiranmu segacor ini sekarang?!"

Bima tertawa pelan. Ia menarik Dinda ke dalam pelukannya dan berbisik lembut, "Beneran dong, Sayang. Buat istriku tercinta, aku harus kerja gila-gilaan lah. Kan aku pengen secepatnya jemput kamu pulang ke rumah kita."

Perempuan mana sih yang nggak luluh digombalin pakai bukti nyata? Dinda sangat tersentuh. Ia tak peduli lagi meski harus hidup susah dan diam-diam nekat mendaftarkan pernikahan mereka tanpa restu keluarga. Tapi sebagai seorang istri, melihat suaminya sukses besar dan punya masa depan cerah jelas membuatnya sangat bangga.

Dinda berjinjit dan mendaratkan kecupan hangat di bibir Bima. Dengan wajah merona merah, ia berbisik malu-malu, "Mas... malam ini aku lembur ngerjain audit. Kamu jemput aku ya. Kebetulan Bapak sama Ibu hari ini lagi pulang kampung, jadi... aku bisa nggak pulang ke rumah malam ini."

"Wah! Siap, aku langsung booking hotel yang bathtub-nya gede sekarang juga!" seru Bima refleks penuh semangat.

"Ihh, dasar pikiran ngeres!" Dinda langsung mencubit gemas pinggang Bima, lalu berlari masuk kembali ke dalam gedung dengan wajah bersemu merah.

Bima tersenyum lebar menatap kepergian istrinya. Ia melangkah kembali ke dalam lobi pajak untuk mengurus aktivasi akun e-Billing di loket Vanya.

Sayangnya, kali ini pelayanan Vanya berubah 180 derajat. Mukanya ditekuk masam dan nada bicaranya jutek abis, tak lagi sehangat musim semi seperti tadi. Fix, mood cewek kalau tahu gebetan potensialnya ternyata udah punya istri emang lebih ngeri dari cuaca ekstrem.

Namun, Bima sama sekali tak ambil pusing. Hatinya sedang sangat berbunga-bunga.

Saat dalam perjalanan pulang, ia sengaja melipir ke sebuah apotek besar dan memborong satu kotak "jas hujan" alias kondom impor yang paling tipis dan mahal.

Yah, mau bagaimana lagi. Selama dia belum berani go public menjemput Dinda dari rumah orang tuanya secara terhormat, kecelakaan 'kebobolan' anak adalah pantangan terbesar. Bisa-bisa mertuanya meledak dan mengamuk bawa golok kalau sampai tahu!

Setibanya di warungnya di Jalanan Pasar, Bima menyalakan laptop dan mengecek visual game di benaknya.

Ternyata, ada kejadian baru di dalam Harvest Moon!

Game simulasi legendaris ini memang punya banyak event alur cerita yang diselipkan di sela-sela rutinitas bertani. Entah itu interaksi dengan warga Kota Mineral (seperti Zack yang ngasih pancingan tempo hari), interaksi dengan hewan liar, atau bahkan memicu event makhluk magis.

Dan kali ini, di depan rumah karakternya, muncul sesosok kurcaci kecil bertopi kerucut!

Dalam lore asli game ini, ada 7 Kurcaci Hutan yang menetap di gubuk terpencil, dan pemain bisa menyewa mereka untuk membantu menyiram tanaman atau memanen hasil kebun.

Kotak dialog pun muncul.

"Halo, Tuan Peternak! Namaku Arsa, Kurcaci dari Hutan Dalam. Keenam saudaraku yang lain baru aja pindah ke Kota Mineral, jadi belakangan ini aku sibuk bantu mereka ngebangun rumah."

"Ngomong-ngomong, aku hobi banget mancing. Kemarin aku lihat kamu asyik banget mancing di sungai. Gimana kalau kita adu skill mancing?"

"Kalau kamu menang, aku bakal ngasih kamu hadiah rahasia lho!"

Melihat tantangan itu, Bima langsung menekan opsi 'Terima'. Karakter gamenya lalu berjalan secara otomatis mengikuti Kurcaci Arsa menuju sungai.

Setibanya di sana, layar game tiba-tiba menghitam dan berubah menjadi mode Mini-Game Mancing!

Aturannya simple: Diberi waktu satu menit, siapa yang paling banyak menarik kail saat ikan lewat, dia yang menang.

Kalau Bima harus main mini-game ini pakai jempol di keyboard, dia yakin seratus persen bakal kalah. Refleks tangannya emang ampas. Tapi masalahnya, di sistem gaib ini, dia main pakai kontrol pikiran! Respons otaknya langsung tereksekusi tanpa delay milidetik!

Begitu pertandingan dimulai, Bima mendominasi telak. Tak ada satu pun ikan yang lolos dari tarikan kail otaknya. Kemenangan mutlak!

Layar kembali ke mode normal. Kurcaci Arsa menggaruk-garuk kepalanya dan memuji, "Wah, skill mancingmu gila banget! Aku nyerah deh. Sesuai janji, ini aku kasih hadiah buat yang menang. Ini ikan langka yang baru aja aku tangkap di alam liar kemarin lho."

Sang kurcaci menyerahkan sebuah wadah kaca kecil kepada Bima. Di dalamnya, berenang seekor ikan dengan corak belang putih-kecokelatan yang penampilannya sangat eksotis dan menawan.

Sebuah notifikasi emas langsung meledak di benak Bima:

【Anda mendapatkan Ikan Hias Liar Spesial yang bernilai fantastis: Tiger Fish Albino (Datnioides Albino)!】

1
Yuliana Tunru
kapqnnih kejutan x buat dinda ..pasti dinda ternehek2 takjub bina sdh jd orkay 🤭🤭
Maz Shell
lanjutkan Thor
Yuliana Tunru
mantap bima hrs jd suami setia hempaskan cwek2 halu sok cantik pula mulut x penuh filter racun 🤭🤭
Yuliana Tunru
bima mmg the best tak sabar nunghu oeresmian vila oleh dinda jgn lupa klga x dinda ya sekian lamaran resmi ke ihu x dinda vila jd mas kawin bakqlqn shock habis tuh ibu2 💪💪💪bima up 3 napa thorrr blm puas ini
Tio Kusuma
mantappppp
Manusia Biasa
auto diborong🤣
Hardjoe Kewek
terima kasih
Hardjoe Kewek
cerita nya bagus,alurnya jg bagus
Jujun Adnin
lanjut
Yuliana Tunru
tak sabar gmn para karyawan bima yrrmehek2 liat bijit tanaman bogenvile x di tata aplg yg kelas sultan up x kurang thorrr 🤭🤭🤭
ZHIVER
thor tak bisa bahasa jawa
Yuliana Tunru
kwalitas gila tuh tak sabar nunggu bima nanam semua hunga di tanah koßoang trus buat gazebo2 buqt qisatawan nikmati ..cuan ngalir kyk air 💪💪 bimaa
Yuliana Tunru
smoga bimo yg dapat vila x buat hadiah pernikahan x dgn dinda ..gassss
Jack Strom
Lah dapat ikan hias legend, masalahnya mau diletak dimana itu ikan???🤔😁
Blue Izoel
tetap semangat thor bikin cerita petani 👍💪
Jack Strom
Ikan² kualitas 2 gak usah dijual, buat dikonsumsi saja, sayang efeknya tuh... 😁
Jack Strom
Selain lunasi pinjaman 100jt, juga kasih bantuan nikah 50jt cukup... 😁
Yuliana Tunru
mantal bima...bayarin utang2 mu duku bima hbs tuh siap2 ngumpuli buat beliin dinda rmh jd lapang tuh hati
Blue Izoel
update terus thor bakal saingan nih sma lahan mustika klo bnyk episode nya👍💪
Jack Strom
Wuih, sudah mulai ada acara mancing2nya, dapat ikan gede lagi... mantap!!! 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!