NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Seorang Perfeksionis

Istri Rahasia Seorang Perfeksionis

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Daniela Arden Atmaja terpaksa masuk ke dunia malam demi bertahan hidup.

Darren Arkhanio Callister adalah pria perfeksionis yang menilai segalanya dari apa yang terlihat. Baginya, Daniela tidak pantas berada dalam hidupnya, apalagi ia sudah memiliki Crissiana, kekasih sempurna.

Namun di ujung napasnya, sang kakek memohon Darren menikahi Daniela, cucu dari almarhum sahabatnya.
Pernikahan pun akhirnya terjadi secara diam-diam. Tanpa cinta. Tanpa pengakuan. Tanpa diketahui siapa pun.

Darren tetap merendahkan Daniela dan tidak pernah ingin mengenalnya. Sementara Daniela memilih cuek dan tak perduli. Mau menikah pun karena permintaan terakhir dari sahabat almarhum kakeknya.

Hingga sebuah insiden terjadi.
Harga diri Daniela direnggut.
Saat Darren akhirnya menyadari bahwa Daniela tidak seperti yang ia kira, semuanya sudah terlambat.

Daniela pergi tanpa penjelasan dan tanpa jejak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Delapan Belas

Pintu dibuka sebelum diketuk. Seorang wanita paruh baya dengan tatapan tajam menatap Daniela.

"Hasnita?" tanyanya sambil menutup mulut yang terbuka karena kaget.

Daniela menatap balik wanita itu dengan menahan air mata.

"Saya Daniela, putri dari Ibu Hasnita dan Bapak Yudha Atmaja," kata Daniela.

Sekali lagi wanita itu menatapnya tajam, lalu mendengus sambil memalingkan wajah.

"Untuk apa kamu ke sini? Bukankah ibumu sudah melupakan desa ini dan aku, satu-satunya saudara dia?"

Daniela menunduk dan ia pun sudah bisa menebak kalau penerimaan kakak dari ibunya akan seperti ini. Ibunya pernah bilang kalau ia berseteru dengan satu-satunya saudara di kampung, yaitu Mak Tua Harsiwi, kakak kandungnya.

Perseteruan itu berawal dari seorang mahasiswa dari Jakarta yang melakukan KKN di desa mereka, dua puluh lima tahun yang lalu. Karena ketampanan dan keramahannya, pemuda itu menjadi rebutan para gadis desa termasuk Hasnita dan Harsiwi. Dan mahasiswa KKN itu tak lain adalah Yudha Atmaja. Tapi ternyata Yudha jatuh cintanya hanya pada Hasnita. Harsiwi pun tak terima dan ia sempat mengusir sang adik. Namun sebelum adiknya pergi, Harsiwi meralat ucapannya, dia meminta maaf atas kata-katanya dan meminta Hasnita tidak jadi pergi. Tapi Hasnita tidak mau, dia sudah kadung kecewa.

Karena Hasnita dan Harsiwi tak memiliki orang tua lagi, akhirnya Hasnita dibawa Yudha ke Jakarta lalu dinikahi. Namun sayang, enam tahun yang lalu saat Daniela berusia lima belas tahun, kedua orang tuanya meninggal dunia akibat kecelakaan. Dan tiga tahun kemudian, kakek yang sangat menyayanginya pun menyusul. Beliau meninggal karena sakit.

"Ibu tidak pernah melupakan desa ini. Bahkan beliau mengatakan sangat merindukan Mak Tua. Ibu... Ibu sangat ingin meminta maaf pada Mak Tua. Tapi sayang... maut sudah merenggutnya sebelum beliau bisa kembali ke sini," ucap Daniela lirih.

Tapi perkataan itu cukup membuat Harsiwi terlonjak kaget.

"A-apa katamu? Has-Hasnita sudah meninggal?"

Harsiwi mengulang perkataan Daniela dalam bentuk pertanyaan. Daniela mengangguk dengan mata berkaca-kaca. Dia teringat kembali orang-orang yang dikasihinya yang kini telah pergi meninggalkannya.

Ada air mata yang hendak jatuh di pelupuk mata Harsiwi, tapi dia cepat-cepat menghapusnya.

"Masuklah!" katanya sambil melebarkan pintu. Lalu menyuruh Daniela duduk di kursi yang terbuat dari rotan.

"Mak Tua tinggal sendirian?" Daniela melayangkan pandangannya.

"Semenjak ibumu pergi, aku memang tinggal sendiri. Sebentar, aku ambilkan minum."

Harsiwi beranjak ke dapur dan tak lama kemudian kembali dengan membawa nampan berisi makanan kecil buatannya dan teh hangat.

"Kamu datang ke sini, tentu ada maksud bukan?" tanyanya sambil duduk di hadapan Daniela.

Sejenak Daniela menghela dan mengembuskan napasnya, lalu mengangguk.

"Aku tidak punya maksud apa-apa selain karena... aku tidak punya tempat tinggal dan aku tak memiliki siapa pun di dunia ini, selain Mak Tua." Suara Daniela bergetar dan berusaha keras menahan isak yang sudah menyesak di tenggorokan.

"Apa boleh, aku tinggal di sini? Tapi kalau Mak Tua keberatan, aku tidak apa-apa. Besok pagi aku akan kembali ke Jakarta."

Raut wajah Harsiwi terlihat datar. Sebenarnya ada rasa tidak percaya. Bagaimana bisa seorang wanita muda yang terlihat modern, mau tinggal di desa kecil seperti ini. Tapi jujur, jauh di lubuk hatinya, ia senang jika Daniela benar-benar ingin tinggal bersamanya.

"Kamu persis seperti ibumu."

Daniela tak segera menjawab, tapi ia sedang berusaha menahan tangisnya.

"Aku... aku hanya tidak tahu harus tinggal di mana."

"Apa tidak ada saudara dari ayahmu yang bisa menampungmu? Kakek dan nenekmu?"

Daniela menggeleng lemah.

"Mereka juga sudah meninggalkan aku. Sementara saudara dari ayah..."

Ucapan Daniela terhenti karena kini ada isak yang lolos dari bibirnya. Di samping rasa sakit dan terhina karena pelecehan yang dilakukan Darren, dia juga terhempas pada kenyataan kalau dirinya sangat membutuhkan dukungan orang terdekat. Tak ada lagi saudaranya di dunia ini kecuali kakak dari ibunya ini. Sekarang baru terasa, betapa beratnya hidup sebatang kara dan berada di titik terapuh dalam hidupnya.

"Tinggallah di sini jika kau suka. Tapi keadaan dan suasana di sini tak seperti di kota. Sekarang beristirahatlah. Apa kamu sudah sarapan?"

Daniela mengangguk.

"Sudah tadi di jalan."

"Ya sudah, ayo, Mak Tua antar ke kamar bekas ibumu."

***

"Haruni! Kamu Haruni, kan?"

Seorang pria berparas lumayan tampan dengan berperawakan sedang, menghampirinya. Dengan raut bingung, ia pun mengangguk.

"Iya, Mas siapa?"

"Bisa kita bicara sebentar? Saya dari tadi menunggu kamu selesai kelas." Katanya seakan ingin meminta pertanggungjawaban Haruni karena dia sudah rela menunggunya hampir dua jam.

"Loh, saya kan gak minta ditungguin." Balas Haruni cuek. Pria itu tersenyum sambil menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal.

"Iya, saya minta maaf, tapi ini urgent banget. Tentang teman kamu... Daniela."

Mendengar nama yang tadi pagi sudah membuatnya menangis bombay, akhirnya Haruni pun mengangguk. Ya, tadi dia menangis sejadi-jadinya saat bangun tidur Daniela sudah tidak ada dan hanya meninggalkan secarik kertas.

"Bagaimana kalau kita bicara di cafe depan?"

Pandangan mata Haruni tertuju ke seberang jalan kampusnya, di mana cafe mungil favoritnya dan Daniela, berdiri cantik.

"Baiklah, ayok!"

Keduanya melangkah beriringan. Berjalan ke luar gerbang kampus, menuju cafe di seberang.

"Sebelumnya, perkenalkan dulu, nama saya Reymond Hariwijaya. Saya bekerja di Callister Holdings, dengan kata lain saya adalah pegawainya Tuan Darren Callister." Ucap lelaki muda itu sambil mengulurkan tangan. Saat ini keduanya sudah duduk saling berhadapan di dalam cafe.

"Oh," Hanya itu yang terucap dari bibir Haruni, setelah membalas jabatan tangan itu.

"Saya ingin bertanya tentang Nona Daniela."

Sebelum Reymond bertanya macam-macam, Haruni membuka kacamata hitamnya yang sejak tadi dia pakai hanya untuk menutupi matanya yang sembab, lalu mengeluarkan secarik kertas tulisan tangan Daniela.

"Nih baca!"

Reymond mengernyitkan dahinya. Ia segera mengambil kertas itu dan membaca apa yang tertulis di situ.

"Maafin gue ya, Run, gue pergi tanpa pamit sama lo. Gue nggak mau ngelibatin lo karena Darren pasti akan bertanya-tanya tentang gue sama lo. Gue pergi dulu, semoga kita masih bisa ketemu suatu saat nanti. Terimakasih untuk semuanya."

"Apakah ini tulisan tangan Nona Daniela?" Tanya Reymond, ragu.

"Mas nggak lihat mata saya yang sembab? Dia pergi di saat saya sedang tidur. Entah jam berapa. Pokoknya di atas jam satu malam." Jawab Haruni ketus. Reymond langsung mengubah raut wajahnya menjadi lebih tenang.

"Maaf, saya tidak bermaksud meragukan kamu."

Reymond menghela napasnya, lalu melipat kembali kertas itu.

"Kira-kira, apa kamu tahu ke mana Nona Daniela pergi?"

Haruni menggelengkan kepala. Tak sadar air matanya menetes.

"Dia hidup sebatang kara di dunia ini. Dia hanya punya aku, sahabatnya. Tapi entah kenapa sekarang dia pergi ninggalin aku. Pasti atasan kamu itu yang sudah berbuat macam-macam dan melukai perasaannya. Aku yakin itu, makanya dia pergi."

Haruni menghapus air matanya yang sudah tak bisa dibendung lagi.

"Asal mas tahu, Daniela orang yang paling kuat yang pernah saya kenal. Dia masih bisa survive meski harus bertarung sendirian menghadapi ketidakberuntungan hidupnya. Jika sekarang ia pergi, saya yakin, ada sesuatu yang membuatnya marah atau terluka."

Reymond terdiam. Perkataan Haruni pasti ada benarnya. Meski ia tak mengenal Daniela, tapi dari cerita Haruni barusan, dia bisa menebak, seperti apa kepribadian Daniela.

"Daniela memang pernah terjun ke dunia malam. Tapi bukan seperti yang dituduhkan orang-orang. Kebetulan dia punya keahlian menjadi DJ, karena dulu ia pernah mempelajarinya."

Haruni menutup ceritanya dan mencabut beberapa lembar tissue untuk menghapus air matanya.

"Baiklah Mbak Haruni sekali lagi saya minta maaf dan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk saya. Jika Mbak Haruni mau pulang sekarang, mari saya antar."

Sambil membersihkan pipinya yang basah, Haruni menggeleng.

"Tidak usah, terima kasih. Saya bawa mobil sendiri. Mas duluan saja, saya masih mau di sini."

Reymond berdiri dari duduknya. Setelah menyelipkan beberapa lembar uang seratus ribuan di bawah cangkir kopinya, ia pun segera pergi meninggalkan Haruni.

***

Di tempat lain, Selina tengah berbahagia. Beno, orang bayarannya, memberikan laporan yang sangat membuatnya bersukacita.

"Bagaimana bisa kamu mendapatkan foto-foto dan video ini, Beno?" Tanya Selina penuh kepuasan.

"Sesuai perintah Anda Bos, saya mengawasi pergerakan wanita itu. Lalu saya ikuti saat dia pergi dengan teman perempuannya. Ternyata mereka pergi ke Neon Beats. Di situ saya diam-diam merekam seluruh kejadian di sana termasuk saat seorang pria yang diketahui bernama Darren Callister menyeretnya turun dari panggung dan langsung membawanya ke hotel."

Sampai di situ, wajah Selina langsung merah padam. Hatinya diliputi cemburu.

"Sialan, dasar cewek murahan!" Batinnya geram.

"Oke Beno, aku akan segera transfer ke rekening kamu sebagai bonus untuk kerja bagusmu."

Beno tertawa senang.

"Terima kasih, Bos. Kalau gitu saya permisi."

"Tunggu!"

"Ada apa lagi, Bos?"

"Aku sekalian minta tolong, kirimkan semua foto dan video itu ke nomor ini. Tapi pakailah nomor baru sekali pakai." Perintah Selina dan langsung diangguki Beno sambil berlalu, pergi.

"Tinggal satu lagi yang harus aku singkirkan, Crissiana!" Gumamnya, tanpa tahu kalau sebenarnya Crissiana sudah lebih dulu didepak oleh Darren.

1
Neng Nosita
giliran Darren yg ngidam😄
Muft Smoker
astagaaaa Darren lupa ingatan ,, jgn sampe si Selina ngaku2 jdi istri ny Darren deeh ,,
kak jgn jahat2 sama Daniela yx kak ,,
lgi hamil looo dy ,,
🤭🤭🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁
Nessa
sudah ku dugaa akan ada drama hilang ingatan, it’s okay lah semoga darren dan daniela segera bertemu
Brilliante Brillia
Assalamualaikum
para readers tercinta, jika buku induk ada kesamaan dengan buku lain, mohon jangan nge-judge ini plagiat ya. otor bersumpah demi apapun tak ada plagiat karena sudah merasakan bagaimana rasanya di-plagiat-n. mungkin hanya kesamaan beberapa part aja.
terimakasih 🙏🫶
mimief
jgn kejam kejam lah Thor sama Daniella😔
Brilliante Brillia: tenang aja kk, semua akan indah pd waktunya 😄
total 1 replies
partini
OMG ko bisa sama jalan cerita nya Thor welehhhhh , sama yg lagi kau baca ok lah aku selesai dulu yg itu soalnya Agi seru"nya jadi aku tinggal yg ini
Nessa
waduhhhh darren 🙊🙈🙈🙈
Neng Nosita
plies jangan dibikin amnesia Thor,kasihan nanti daniela😄
mimief
ya...dibikin amnesia ya Thor.trus lupa ntar Ama Daniella
bayinya gimana Thor nasibnya 🫣😭😭
partini
berharap Darren di bikin muntah" lemes sama Debay ternyata kecelakaan wehh,, jangan" sama nih kaya novel yg lagi aku baca kecelakaan terus hilang malah nikah sama ulet bulu 🤦🤦🤦 Ampe bininya lahiran
Ivy
Daniela hamidun wah tocker juga Darren 😂
Muft Smoker
ni Mah Darren versi sachet udh hadiiir ,,
🤭🤭🤭🤭🤭
next kak
mimief
lagi Thor....lanjut
lanjut
partini
Darren Junior ini mah,,si Kunti bogel Selina pintar kamu yah luar biasa emeng si yg namanya ulet bulu di mana" selalu beruntung punya seribu cara bikin huru hara pernovelan
Nessa
daniela hamil ea thor
Neng Nosita
apakah ortu Darren gak tahu tentang wasiat kakeknya Darren?
olyv
lanjut
Nessa
akan syok saat tau wanita yang kalian hina itu istri sah nya darren menatu kalian sendiri wkwkwk…
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
biar laa Darren pusing keliling keliling nyari Daniela ,,
salah sendiri makin terkam aj anak org ,,
sekarang kalang kabut kan pas istri nu udh kabuur😒😒😒
olyv
lanjut...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!