NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Seorang Perfeksionis

Istri Rahasia Seorang Perfeksionis

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Daniela Arden Atmaja terpaksa masuk ke dunia malam demi bertahan hidup.

Darren Arkhanio Callister adalah pria perfeksionis yang menilai segalanya dari apa yang terlihat. Baginya, Daniela tidak pantas berada dalam hidupnya, apalagi ia sudah memiliki Crissiana, kekasih sempurna.

Namun di ujung napasnya, sang kakek memohon Darren menikahi Daniela, cucu dari almarhum sahabatnya.
Pernikahan pun akhirnya terjadi secara diam-diam. Tanpa cinta. Tanpa pengakuan. Tanpa diketahui siapa pun.

Darren tetap merendahkan Daniela dan tidak pernah ingin mengenalnya. Sementara Daniela memilih cuek dan tak perduli. Mau menikah pun karena permintaan terakhir dari sahabat almarhum kakeknya.

Hingga sebuah insiden terjadi.
Harga diri Daniela direnggut.
Saat Darren akhirnya menyadari bahwa Daniela tidak seperti yang ia kira, semuanya sudah terlambat.

Daniela pergi tanpa penjelasan dan tanpa jejak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuh Belas

Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden kamar hotel, menyinari wajah Darren yang perlahan mulai terusik dari tidurnya. Pria itu melenguh pelan, mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan diri dengan cahaya yang benderang.

Otaknya membutuhkan waktu beberapa detik untuk mengumpulkan kesadaran, sampai akhirnya ingatan tentang kejadian semalam berputar kembali di kepalanya. Bercak darah di seprai, tangisan histeris Daniela, dan penyesalan yang singgah di dadanya sebelum ia jatuh terlelap.

Darren menghela napas panjang karena rasa bersalah itu masih ada. Bermaksud agar tidak mengejutkan istrinya, Darren membalikkan tubuh ke sisi ranjang di sebelahnya dengan gerakan perlahan.

"Daniela..." panggilnya lirih dengan suara serak khas bangun tidur.

Namun, tangannya hanya meraba seprai putih yang dingin dan kosong.

Darren langsung membuka matanya lebar-lebar. Sisi ranjang di sebelahnya benar-benar tak ada Daniela. Dahinya langsung berlipat dalam. Ia mendudukkan diri, mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar hotel yang sepi.

"Daniela? Kamu di kamar mandi?" seru Darren, sambil mencondongkan tubuhnya ke arah pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Sejenak ia menajamkan telinga. Tapi ia samasekali tak mendengar adanya kegiatan di dalam sana.

Perasaan Darren mulai tak enak. Dia menyibak selimutnya kasar, mengabaikan tubuhnya yang masih polos tanpa busana, lalu melangkah lebar menuju kamar mandi. Ia memutar knop pintu dan membukanya lebar dengan gerakan kasar. Namun yak ada siapapun. Ruangan itu kosong. Hanya ada aroma sisa sabun dan wewangian aromaterapi yang tertinggal di sana.

Darren mulai panik, firasat buruk semakin menyergap pikirannya. Ia kembali ke area kamar dan matanya seketika tertuju pada lantai. Tumpukan pakaian Daniela yang semalam robek dan tercecer, kini sudah lenyap. Begitu juga dengan kemeja putihnya.

Dengan jantung yang mulai berdegup kencang, Darren berjalan terburu-buru menuju sofa tempat ia meletakkan dompet dan ponselnya. Dompetnya masih ada, tapi tergeletak pasrah dalam kondisi terbuka.

Darren menyambar dompet itu, memeriksanya dengan tangan bergetar. Beberapa lembar uang pecahan seratus ribuannya hilang. Dan yang paling membuat rahangnya mengeras seketika adalah key card kamar hotelnya juga sudah tidak ada pada tempatnya.

"Daniela?!" desis Darren. Tangannya mengepal kuat, rahangnya mengeras, serta sorot matanya tampak tajam dan dingin.

Rasa bersalah yang menyelimuti hatinya kini bercampur kemarahan. Napasnya memburu, dadanya naik turun.

"Beraninya dia kabur di saat aku sedang terlelap?"

Harga dirinya sebagai lelaki tertampar dengan telak!

Darren segera memakai sisa pakaiannya yang ada dengan gerakan cepat, sambil menelepon Reymond.

"Cepat ke hotel, bawakan aku pakaian lengkap!" ucapnya tanpa basa-basi, setelah Reymond menjawabnya. Darren tak perlu menyebutkan nama hotelnya karena hotel itu adalah salah satu aset keluarganya.

"Baik, Bos."

"Satu lagi, bawakan mobilku."

Setelah selesai bicaranya, Darren pun memutuskan sambungan teleponnya. Lalu duduk termenung sambil menunggu kedatangan Reymond.

***

Tiba di rumahnya, Darren langsung masuk ke dalam lift untuk menuju kamar Daniela. Setelah berada di depan pintu yang tertutup rapat, ia langsung mengetuknya. Tak ada reaksi. Ia kembali mengetuk beberapa kali dengan tidak sabaran.

"Daniela... buka pintunya!" katanya setengah berteriak.

Tapi tetap tak ada jawaban. Darren pun memutar knop pintu.

"Tak dikunci?" tanya hatinya.

Tapi hal itu membuat kecurigaannya semakin menguat. Benar saja, kamar itu terasa lengang. Tak ada istrinya di sana. Tempat tidurnya rapi, seperti tak pernah ada yang meniduri. Maju ke depan pintu kamar mandi, tanpa mengetuk ia langsung membukanya. Pun sama. Di situ juga kosong, tak ada kehidupan.

Kini Darren benar-benar gusar.

"Jadi dia tidak pulang? Atau sudah pergi lagi? Ke mana? Kuliah?"

Darren terus bertanya-tanya tanpa ada jawaban pasti. Ia pun segera keluar dari kamar Daniela dan kembali turun ke bawah.

"Bi Ita! Bi Ita!"

Ia berteriak-teriak memanggil asisten rumah tangganya. Bi Ita tergopoh-gopoh menghampiri.

"Ya Tuan, ada apa? Aisyah sudah dipulangkan kemarin oleh Tuan Reymond," katanya dengan suara gemetar.

"Bukan itu yang mau kutanyakan. Di mana Daniela?"

Bi Ita terdiam, keningnya mengernyit tak mengerti.

"Loh, bukannya Non Dani pergi liburan ya? Semalam minta Bibi membereskan beberapa pakaian dan dimasukkan ke dalam kopernya. Katanya sudah izin sama Tuan."

Bagai ada petir di siang bolong, Darren terkesiap. Tangannya mengepal kuat.

"Lancang sekali kamu, Bi Ita! KENAPA TAK KONFIRMASI PADAKU DULU?!" teriak Darren dan langsung merontokkan jantung Bi Ita.

Tubuh wanita paruh baya itu bergetar hebat. Air matanya langsung bercucuran. Baru kali ini Darren membentaknya sekeras itu.

"N-non Da-Dani ju-juga me-menitipkan i-ini, Tuan," ucapnya tergagap sambil mengangsurkan selembar kartu elektronik berwarna hitam pada Darren.

Semakin menggelaplah wajah Darren. Kini harga dirinya benar-benar merasa diinjak-injak oleh Daniela.

"Beraninya dia!" desisnya dengan geram.

Tangannya meremas kuat kartu yang diberikan Bi Ita. Untung saja tidak sampai patah.

Tanpa kata, ia pergi dari hadapan Bi Ita yang masih gemetaran. Tapi Bi Ita tak mencoba membela diri. Ia tahu, jika Tuannya sedang murka, maka jalan amannya adalah diam tak membantah.

Di ruang kerjanya, Darren langsung menelepon Reymond.

"Halo Tuan, masih ada yang bisa saya lakukan untuk Anda?"

"Kerahkan seluruh anak buahmu sekarang juga! Cari Daniela sampai ketemu! Lalu seret ke hadapanku!" titah Darren dengan suara yang sangat menakutkan.

"Apa Anda punya dugaan ke mana kira-kira Nona Daniela pergi?"

"KALAU AKU TAHU, TIDAK MUNGKIN AKU MENYURUHMU!"

Amarah Darren sudah tidak bisa dibendung lagi. Suara teriakannya yang menggelegar memenuhi ruang kerjanya, membuat Reymond di seberang telepon terbungkam. Setelah itu beberapa saat hening. Darren mengatur napas untuk sedikit mengikis emosinya.

"Cari informasi di kampusnya! Tanyakan semua tentang Daniela Arden Atmaja! Satu lagi, cari perempuan yang bernama Haruni, sahabat Daniela. Dia pasti tahu ke mana Daniela pergi."

"Baik Tuan, akan saya laksanakan semua perintah Anda."

Nut, sambungan telepon terputus. Darren membanting ponselnya ke atas sofa. Darahnya masih mendidih. Emosinya pun masih meluap-luap.

Sekarang ia merasa telah gagal menjalankan amanat dari almarhum kakeknya. Semua berawal dari emosinya yang sulit dikendalikan. Amarahnya pada Crissiana, ia lampiaskan pada Daniela, hanya karena wanita itu melanggar salah satu poin dari perjanjian pernikahan mereka.

Ia menatap black card yang masih ada dalam genggamannya.

"Bagaimana hidup dia di luar sana selanjutnya tanpa kartu ini? Aku yakin dia pun tak akan kembali ke tempat semalam untuk mencari uang."

Darren meremas rambutnya frustrasi.

***

Lalu ke mana Daniela pergi setelah malam itu? Mungkin tak akan ada yang menyangka jika ia pergi ke sebuah desa kecil di Pulau Sumatera, tempat kelahiran almarhumah ibunya.

Ya, Daniela pergi ke sana tanpa ada yang tahu, termasuk Haruni.

Malam itu, dia hanya ikut beristirahat sebentar di rumah sahabatnya itu. Saat Haruni sudah terlelap, diam-diam Daniela pergi ke bandara dengan menggunakan taksi daring.

"Maafin gue ya, Run, gue pergi tanpa pamit sama lo. Gue nggak mau ngelibatin lo karena Darren pasti akan bertanya-tanya tentang gue sama lo. Gue pergi dulu, semoga kita masih bisa ketemu suatu saat nanti."

Hanya itu pesan yang Daniela tulis di secarik kertas dan menyimpannya di atas meja rias sahabatnya itu.

Daniela tiba di tujuannya sekitar pukul sembilan pagi. Berbekal alamat yang diberikan mendiang ibunya dulu, Daniela menuju ke sana, meski sama sekali dia belum pernah menginjakkan kaki di tanah kelahiran ibunya.

Setelah turun dari pesawat dan melanjutkan perjalanan dengan taksi setempat, mobil itu akhirnya berhenti di depan sebuah rumah panggung kayu yang asri, dikelilingi pohon-pohon rindang. Udara di desa ini terasa begitu bersih, berbanding terbalik dengan dadanya yang masih sesak dan hancur.

"Sudah sampai, Non. Ini alamat yang tertulis di kertas tadi," kata sopir taksi, membuyarkan lamunan Daniela.

"Ah, iya, Pak. Terima kasih banyak," jawab Daniela lirih sambil menyerahkan ongkosnya.

Daniela turun dari mobil, menyeret kopernya perlahan, lalu menatap rumah di hadapannya dengan mata berkaca-kaca. Di sinilah ia berharap bisa menyembuhkan luka batinnya, jauh dari jangkauan kekuasaan Darren.

"Ibu... Daniela pulang ke rumah Ibu," bisik Daniela pada kesunyian di sekelilingnya, air matanya menetes pelan.

Ia memantapkan hati, melangkah mendekati pintu rumah itu, siap memulai lembaran baru dan mengubur dalam-dalam kisah kelam yang ia tinggalkan di Jakarta. Di tempat terpencil inilah, pelariannya yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
Neng Nosita
giliran Darren yg ngidam😄
Muft Smoker
astagaaaa Darren lupa ingatan ,, jgn sampe si Selina ngaku2 jdi istri ny Darren deeh ,,
kak jgn jahat2 sama Daniela yx kak ,,
lgi hamil looo dy ,,
🤭🤭🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁
Nessa
sudah ku dugaa akan ada drama hilang ingatan, it’s okay lah semoga darren dan daniela segera bertemu
Brilliante Brillia
Assalamualaikum
para readers tercinta, jika buku induk ada kesamaan dengan buku lain, mohon jangan nge-judge ini plagiat ya. otor bersumpah demi apapun tak ada plagiat karena sudah merasakan bagaimana rasanya di-plagiat-n. mungkin hanya kesamaan beberapa part aja.
terimakasih 🙏🫶
mimief
jgn kejam kejam lah Thor sama Daniella😔
Brilliante Brillia: tenang aja kk, semua akan indah pd waktunya 😄
total 1 replies
partini
OMG ko bisa sama jalan cerita nya Thor welehhhhh , sama yg lagi kau baca ok lah aku selesai dulu yg itu soalnya Agi seru"nya jadi aku tinggal yg ini
Nessa
waduhhhh darren 🙊🙈🙈🙈
Neng Nosita
plies jangan dibikin amnesia Thor,kasihan nanti daniela😄
mimief
ya...dibikin amnesia ya Thor.trus lupa ntar Ama Daniella
bayinya gimana Thor nasibnya 🫣😭😭
partini
berharap Darren di bikin muntah" lemes sama Debay ternyata kecelakaan wehh,, jangan" sama nih kaya novel yg lagi aku baca kecelakaan terus hilang malah nikah sama ulet bulu 🤦🤦🤦 Ampe bininya lahiran
Ivy
Daniela hamidun wah tocker juga Darren 😂
Muft Smoker
ni Mah Darren versi sachet udh hadiiir ,,
🤭🤭🤭🤭🤭
next kak
mimief
lagi Thor....lanjut
lanjut
partini
Darren Junior ini mah,,si Kunti bogel Selina pintar kamu yah luar biasa emeng si yg namanya ulet bulu di mana" selalu beruntung punya seribu cara bikin huru hara pernovelan
Nessa
daniela hamil ea thor
Neng Nosita
apakah ortu Darren gak tahu tentang wasiat kakeknya Darren?
olyv
lanjut
Nessa
akan syok saat tau wanita yang kalian hina itu istri sah nya darren menatu kalian sendiri wkwkwk…
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
biar laa Darren pusing keliling keliling nyari Daniela ,,
salah sendiri makin terkam aj anak org ,,
sekarang kalang kabut kan pas istri nu udh kabuur😒😒😒
olyv
lanjut...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!