NovelToon NovelToon
Bukan Istri Pilihan Mu

Bukan Istri Pilihan Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Pelakor
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Kania Maharani, harus menerima kenyataan pahit saat sang suami lebih memilih untuk kembali pada sang mantan kekasih setelah satu tahun usia pernikahan mereka.

Dulu mereka di jodoh kan saat Erlan Hadi Wijaya di tinggal kan oleh kekasih nya, demi pria lain.

Setelah sang kekasih berpisah dari laki - laki pilihan nya, dia ingin kembali pada Erlan. Erlan yang masih mencintai Wina, menerima wanita itu kembali tanpa perduli perasaan Kania.

Apakah Kania tetap bertahan dan menerima diri nya di madu, atau memilih mundur karena dia bukan lah istri pilihan suami nya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Jantung Kania berdegup tak karuan saat mobil mulai memasuki daerah Bogor, dia kembali ke simi dengan membawa status yang tidak dia ingin kan, seorang janda.

Kania tahu dia telah mencoreng nama Abah Muis sebagai pimpinan pondok pesantren ini, tapi dia juga tidak bisa menolak karena diri nya sudah di ceraikan oleh Erlan.

"Ada apa nak? Kau tampak gelisah?" Tanya tante Sarah.

Tante Sarah menangkap kegelisahan pada diri Kania, dari bahasa tubuh nya, dari sorot mata nya.

"Tidak papa tante!" Jawab Kania lirih.

"Kania, semua ini bukan salah mu nak. Suami mu yang brengsek, lalu kenapa kau gelisah? Tidak ada yang bisa menyalahkan mu!" Tante Sarah kembali berkata.

Tante Sarah bisa merasakan apa yang saat ini di rasakan oleh Kania, naluri keibuan di dalam diri nya seolah bekerja dengan baik.

"Kania, kamu tenang saja, biar kami yang bantu jelas kan pada orang tua mu!" Om Rama ikut berkata.

Kania hanya mengangguk kan kepala nya, dia terharu pada ketulusan sepasang suami istri ini. Padahal baru kemarin mereka bertemu, tapi kenapa seolah - olah ada ikatan yanh terjalin sejak lama di antara mereka bertiga.

Perlahan mobil mulai memasuki kawasan pondok pesantren, detak jantung Kania semakin cepat dan tak beraturan. Bayangan wajah kecewa Abah dan Umi kini terbayang di pelupuk mata nya.

Kania langsung meminta agar mobil langsung menuju ke kediaman Abah dan Umi nya, agar dia bisa langsung masuk ke dalam rumah nya. Mobil berhenti di depan sebuah rumah sederhana milik Abah Muis.

"Assalam mu'alaikum!" Kania mengucap kan salam saat tiba di depan pintu.

"Wa'alaikum salam!" Terdengar jawaban dari dalam rumah.

Umi Latifah keluar, dan dia terkejut bercampur bahagia saat melihat putri nya datang.

"Kania, kau datang nak!" Sapa Umi dengan wajah bahagia.

"Iya Umi!" Jawab Kania.

Umi latifah langsung memeluk tubuh sang Ibu, wanita yanh sudah membesarkan nya. Kania mencium tangan Umi nya dengan takzim.

"Kania, di mana suami mu nak?" Tanya Umi Latifah.

Saat ini dia baru menyadari bahwa Kania datang bersama orang lain, bukan suami nya. Umi Latifah merasan sesuatu yang tidak baik tengah terjadi dengan putri nya, karena tidak mungkin Kania pulang tanpa sang suami jika semua nya baik - baik saja.

"Umi,,,, aku,,!" Lidah Kania kelu dan dia tidak sanggup meneruskan ucapan nya.

"Masuk lah ke dalam nak!" Umi Latifah berkata dengan suara lembut.

Umi Latifah ingin menyambut tamu nya, sebab Kania datang bersama orang lain saat ini.

"Silahkan pak, bu! Perkenalkan, saya Umi nya Kania!" Umi Latifah langsung mengulurkan tangan nya pada Bu Sarah.

"Saya Sarah dan ini suami saya, Rama. Maaf bu jika kedatangan kami membuat ibu dan keluarga terkejut, kami hanya ingin berkunjung ke panti dan kebetulan Kania ingin pulang. Jadi kami sekalian mengantarkan nya!" Bu Sarah menjelaskan pada Umi Latifah.

Umi Latifah segera membawa tamu nya masuk, dia meminta bantuan pada seorang santri agar memanggil Abah Muis. Umi Latifah merasakan sesuatu yang tidak baik tengah menimpa putri nya, tapi dia memilih menunggu suami nya terlebih dahulu untuk bicara dengan Kania.

"Assalam mu'alaikum!" Abah Muis datang dan langsung mengucap kan salam.

"Wa'alaikum salam!" Jawab semua orang yang ada secara serempak.

"Eh, ada tamu rupa nya!" Abah Muis langsung menyalami Pak Rama.

"Saya Abah Muis, Abah nya Kania!" Abah Muis langsung memperkenalkan diri nya.

"Saya Rama, maaf Abah jika kedatangan kami mengganggu aktifitas Abah!" Pak Rama berkata sambil tersenyum.

"Tidak kok, saya sangat senang pondok kami ini di kunjungi oleh orang seperti pak Rama!" Abah Muis berkata dengan ramah.

Mereka pun tampak bicara dengan hangat, layak nya keluarga dekat. Umi Latifah membisikkan sesuatu ke telinga suami nya, mengenai Kania.

"Maaf pak Rama, bu Sarah, kami akan menemui Kania sebentar, jika bapak dan ibu butuh sesuatu biar bik jum yang akan membantu nya!" Abah Muis berkata dengan ramah.

"Tidak papa Abah, silahkan!" Jawab pak Rama.

Abah Muis dan Umi latifah langsung menemui putri nya di dalam kamar, ini adalah hal penting bagi mereka.

"Assalam mu'alaikum!" Umi dan Abah mengucap kan salam di depan pintu kamar nya Kania.

"Wa'alaikum salam, Abah Umi!" Kania mempersilahkan kedua orang tua nya masuk.

Kania langsung mencium tangan Abah Muis, ada sisa air mata di sudut mata nya. Abah Muis bisa melihat duka dari mata putri nya, sekalipun Kania tidak bicara.

Abah membimbing putri nya untuk duduk di tepi tempat tidur, dia ingin mendengar semua nya dari mulut putri nya.

"Kania, katakan pada kami nak apa yang terjadi!" Abah berkata dengan suara lembut.

Kania menangis, dia belum mampu berkata - kata. Umi menenangkan putri nya dengan cara memeluk nya, mereka membiarkan Kania menangis agar hati nya menjadi lebih lega dan lapang.

Setelah beberapa saat, Kania menjadi sedikit lebih tenang. Baru lah Umi melepas kan pelukan nya, Abah pun tersenyum pada nya.

"Abah, Umi, maafkan Kania. Kania tidak bisa menjaga mahligai rumah tangga Kania, saat ini Kania sudah di talak oleh Mas Erlan. Mas Erlan lebih memilih untuk kembali pada mbak Wina!" Kania menceritakan semua yang terjadi di dalam rumah tangga nya.

Abah Muis tersenyum mendengar pengakuan putri nya, begitu pun dengan Umi Latifah.

"Kania, kenapa kau harus meminta maaf nak? Semua ini bukan salah mu, jangan menangis lagi nak. Kau tidak pantas menangisi laki - laki seperti Erlan!" Abah Muis berkata pada putri nya.

"Tapi Abah, aku telah mencoreng nama baik Abah dan Umi. Karena aku tidak bisa mempertahankan rumah tangga ku!" Kania berkata sambil menunduk kan kepala nya.

Abah Muis mengangkat dagu Kania, sebuah senyum terbit di sudut bibir nya.

"Kenapa bama baik Abi dan Umi bosan tercoreng nak? Kau tidak melakukan kesalahan apapun, jika kau dan Erlan berpisah. Maka ini semua sudah di takdir kan dan kita tidak bisa menolak nya, jangan menyalahkan diri mu sendiri nak!" Abah Muis memberi nasihat pada putri nya.

"Abah mu benar nak, semua ini bukan salah mu. Kau adalah putri kami, kenapa kau harus takut dan sedih? Kami menerima mu kapan pun dan dalam keadaan apapun, nak!" Umi Latifah memeluk tubuh Kania.

Kania terharu dan merasa lega, seolah beban berat yang mengganjal di hati nya langsung lenyap seketika. Mereka memang bukan orang tua kandung nya, tapi kasih sayang mereka pada diri nya melebihi apapun di dunia ini. Abah Muis dan Umi Latifah memang tidak mempunyai anak kandung, itu lah sebabnya mereka membuka pesantren dan panti asuhan ini dengan harta mereka.

Mereka ingin membesar kan anak - anak yang kekurangan kasih sayang, dan juga memberikan pendidikan gratis pada seluruh santri nya.

1
Piyah
lanjut ga pake lama jngn mau dihasut sm wina
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Piyah
lanjut
mudah2han rujuk lagi sama erlan
tapi erlan hrs berjuang dulu
Uthie
Kamis jodohin aja sama anak teman bisnis papa nya... tapi yg baik dan keren 👍😏
falea sezi
jangan buat balik ya ke suami tukang selingkuh
Uthie
Bagus Ok Beni 👍👍😡
RaDja
terima kasih
Mundri Astuti
ambil sana si Erlan ...bungkus dah bawa pulang 😂
Hary Nengsih
klo erlan tau apa masi cinta ya🤣🤣🤣
Yuliana Tunru
gmn wina msh mau dgn erlqn..dan.kau erlan cari selingkuhan mu kejqr lah dan kqu akqn tau gmn wina
Uthie
rasain kalian berdua 🤨
Mundri Astuti
seeeehhhh si Erlan...basi banget penyesalannya, kocak....
Himna Mohamad
ditunggu updatenya
Uthie
Yaaaa... ternyata pas mampir serius nyimak lagi cerita ini, sy sudah sampai di masa tunggu seperti ini 😂👍

Jangan lama-lama Up lagiii 😘😍
Uthie
Diiih.. laki2 kaya gak ada laki2 lain aja mbok didunia.. Erlan bukan satu-satunya laki2 yg ada, masih banyak diluar sana yg lebih juga dr Erlan buat Kania 👍👍😏
Uthie
Maa Syaa Alloh 👍
Uthie
Coba aja bikin kere tuhh si Erlan, masih ada gak tuhhh cewek macam si Wina lengkel macam ulet lagiiii 😏😏
Uthie
Bagusss Kania, jangan lemah demi laki2 bodoh macam itu 👍👍😡

bikin ancur aja tuh mereka berdua pak Beni 👍😡
Uthie
Semoga nyesel tuhh laki2 bodoh itu 😏
Uthie
dasar anak gak tau diri 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!