NovelToon NovelToon
Aku Bukan Anak Kuntilanak

Aku Bukan Anak Kuntilanak

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

"Dasar anak Kunti!"
"Aku bukan anak Kunti! berhenti memanggilku anak Kunti! namaku Kalingga Arsana!"


Kalingga sering di panggil anak Kunti oleh teman temannya dan para warga di tempat dia tinggal, bukan tanpa alasan, itu karena dia lahir dari rahim seorang perempuan yang sudah di kubur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlihat

"Siapa Abidin? aku tidak pernah dengar nama itu" gumam Salbiah karena setahunya kantil itu hanya milik penjaga hutan larangan.

‎"Karso..." bisik suara sosok yang sekarang berdiri di belakang Salbiah, membuat Salbiah terkejut dan menoleh ke arah belakang.

‎"Jayandanu.... kenapa mengagetkan aku!" kesal Salbiah

‎"Malak memintamu untuk bersabar dua hari, tapi kamu malah langsung melakukan ini" ucap Jayandanu

‎"Aku jatuh cinta pada laki laki tampan itu, dia harus jadi milikku" jawab Salbiah membuat Maryani marah dan melemparkan batu yang ada di hadapannya ke arah Salbiah.

‎Bukh.

‎"Akhh! kamu! akan aku lenyapkan arwah penasaran ini!" kesal Salbiah maju untuk menyerang Maryani.

‎"Hahahahaha.....!"

‎Maryani terbang ke arah atap rumah Jamal, dia meledek Salbiah yang sekarang keningnya berdarah' setelah di lempar batu oleh Maryani.

‎"Turun kamu kalau berani!" bentak Salbiah

‎"Berteriaklah supaya warga di sini tahu kalau kamu adalah seorang kuyang yang menyamar! mereka akan membakar jasad mu dan memajang kepalamu di depan gerbang masuk kampung!" jawab Maryani membuat Salbiah semakin murka.

‎"Salbiah, kamu sedang dalam wujud manusia, jangan gegabah karena kamu nanti akan di curigai para warga" ucap Jayandanu

‎"Ini sudah hampir suruf, orang orang ada di dalam rumah, mereka tidak akan keluar karena mereka pasti mengira Maryani yang mengacau" jawab Salbiah

‎Jayandanu menatap Maryani yang ada di atas atap rumah Jamal, dia masih melihat energi Malak menyamarkan keberadaan Maryani, tapi ada energi lain yang Jayandanu tidak ketahui ada mengelilingi Maryani juga.

‎"Aku akan pergi dari sini sebelum aku kepanasan, aura di tempat ini panas dan bisa membuat kulitku memerah" ucap Jayandanu yang tidak tahu kalau pasukan tanpa nama itu juga mengamankan seluruh area rumah dan tanah Jamal, bahkan melihat apa yang di Lakukan Salbiah, mereka hanya sedang menunggu satu hal, hilangnya energi Malak dalam diri Maryani supaya mereka bisa melihat keberadaan Maryani di tempat itu.

‎"Turun kamu Kunti!" bentak Salbiah

‎"Aku bukan Kunti, aku Maryani" jawab Maryani menjulurkan lidahnya yang terdapat kembang kantil milik Abidin di sana.

‎"Kuncup kembang kantil Karso, bagaimana mungkin Kunti itu bisa memilikinya" batin Salbiah

‎Srak. Srak.

‎Salbiah melemparkan garam ke arah Maryani, Maryani memekik karena garam itu adalah garam khusus yang sering di gunakan Salbiah untuk menyerang para kuntilanak yang sering dia temui dan menggangu Salbiah saat mencari tumbal.

‎"Aakhh!"

‎"Hahaha... lihat, kamu itu memang lemah Maryani, Kunti Maryani, meskipun kamu mengelak, kamu itu adalah Kunti!" sinis Salbiah

‎"Aku mungkin adalah Kunti, tapi anakku bukan anak Kunti! dia anak manusia!" bentak Maryani kembali bangkit dan menyerang Salbiah dengan kukunya yang tajam.

‎Maryani belum mengenal banyak tentang alam gaib, dia hanya tahu kalau dia harus melindungi Kalingga anaknya jadi dia hanya menyerang tanpa perhitungan, berbeda dengan Salbiah yang usia aslinya sudah ratusan tahun, dia sudah banyak bertemu dengan para mahluk lemah seperti Maryani, jadi dia bisa dengan mudah menghindar, tapi saat ini Salbiah sedang dalam bentuk manusia, jadi dia tidak bisa bergerak dengan gesit.

‎Bugh. Bugh.

‎Srak.

‎"Ssttt... boleh juga kamu, tapi kamu tidak akan bertahan lama Maryani, aku akan melenyapkan kamu sekarang juga" Sinis Salbiah saat kuku Maryani berhasil merobek pakaiannya dan melukai perut Salbiah.

‎Tangisan Kalingga juga terdengar begitu kencang dari arah dalam rumah, membuat konsentrasi Maryani terbagi, di tambah dia tidak pernah bertarung dengan makhluk halus manapun jadi itu membuat energinya terkuras habis.

‎Srak. Bruk.

‎Salbiah kembali melempar garam itu dan berhasil mengenai tubuh Maryani.

‎"Waktu Maghrib ini akan jadi hari terakhir kamu mendengar suara tangisan anakmu" ucap Salbiah saat berhasil membuat Maryani terjatuh.

‎"Tidak... aku tidak boleh kalah, aku harus melawannya" batin Maryani mencoba kembali bangkit tapi dia kembali terjatuh.

‎"Lihat siapa yang tertawa sekarang, aku Salbiah yang sudah lama hidup lebih lama dari kamu arwah lemah!" sombong Salbiah mengayunkan kantung garam itu, dia akan melempar garam terakhir ke wajah Maryani supaya Maryani hilang selamanya tapi sebuah tangan menahan Salbiah.

‎"Ka... kamu!" kaget Salbiah menatap sosok yang memegang tangannya.

‎"Jangan berani kamu menyakiti istriku!" bentak Kaelan mendorong Salbiah sampai terjatuh.

‎"Kang.... kamu... melihatku?" tanya Maryani yang terlihat lemah.

‎"Iya, sekarang aku sudah melihat kamu Maryani, aku melihat kamu dan kamu tenang saja, aku akan melindungi kalian" jawab Kaelan memeluk Maryani yang tubuhnya terasa begitu dingin.

‎Karna, Panca dan Rumi sudah meminta Kaelan menahan diri jika sampai Salbiah datang untuk mengganggu dirinya dan Kalingga, itu mereka lakukan supaya energi jahat yang menutupi tubuh Maryani bisa hilang jika terus bergesekan dengan energi lain, dan kebetulan Salbiah menggunakan garam khusus seperti yang di miliki Rukmini, jadi energi Malak langsung menghilang setelah Maryani lemah dan terjatuh.

‎"Kamu... kamu sengaja melakukan ini kan!" bentak Salbiah

‎"Iya, dan aku sudah cukup tersiksa melihat Istriku menderita gara gara kuyang seperti kamu Salbiah!" jawab Kaelan mengeluarkan senjata miliknya yang berupa keris pemberian Karna.

‎"Gawat, aku tidak mungkin melawan Kaelan dalam wujud manusia, tapi aku juga tidak bisa menjadi kuyang di depan mereka, itu akan membuat mereka mudah melenyapkan aku, aku harus pergi dari sini" batin Salbiah

‎"Kenapa diam? takut?" ledek Kaelan

‎"Aku tidak takut, aku hanya sedang memikirkan sesuatu yang menyenangkan" jawabnya menyeringai.

‎Salbiah tiba tiba saja mengacak rambutnya dan melukai dirinya sendiri dan merobek pakaiannya, dia lalu berteriak minta tolong supaya warga keluar untuk menolong Salbiah dari Kaelan.

‎"Tolooong!" teriaknya membuat beberapa warga yang sedang berjaga di sana hanya bisa berdiri dan mencari arah suara, karena hari sudah gelap dan waktu Maghrib sudah tiba.

‎"Kang, masuk sekarang sebelum warga mengira kamu mau melecehkan dia, biar aku yang di tuduh warga" ucap Maryani

‎"Tapi nanti mereka melukai kamu...."

‎"Tidak akan bisa, aku arwah kang, mereka tidak bisa menyakiti aku cepat pergi, panglima Parta!" panggil Maryani

‎"Pergilah, aku akan melindungi rumah ini dan Maryani dari Salbiah" ucap Parta yang sekarang bisa melihat Maryani juga.

‎Mau tak mau Kaelan buru buru masuk, dia memang sudah melihat beberapa orang mulai mendekat dan Kaelan segera mengunci pintu dan mematikan obor yang ada di depan rumahnya.

‎"Kalian...." kesal Salbiah karena melihat Parta juga ada di sana.

‎"Kamu tidak akan bisa memfitnah suamiku supaya bisa menikah dengan kamu Salbiah!" bentak Maryani yang sekarang sudah bisa berdiri lagi setelah Parta mengobatinya dengan tanah dari hutan larangan.

‎"Dek Salbiah, ada apa?" tanya beberapa orang yang menghampiri Salbiah yang terlihat marah tapi berubah menangis setelah orang orang itu datang.

‎"Pak... ada Kunti... dia menyakiti saya saat saya lewat di sini, itu pak" jawab Salbiah menunjuk sosok Maryani yang sedang berdiri di samping rumah Jamal.

Tiga orang itu melihat ke arah tunjuk Salbiah, mereka melotot dengan mulut menganga saat Maryani menyeringai ke arah mereka, bahkan Salbiah yang sedang mereka lindungi juga mereka lupakan karena sekarang tubuh mereka sudah gemetar ketakutan.

‎"Kun... Kunti! Kunti Maryani!" pekik orang orang orang itu malah kabur setelah Maryani memperlihatkan wujudnya yang berpakaian putih dengan rambut putih dan perut yang berdarah.

"Hai kalian kenapa kabur!" teriak Salbiah

‎"Hahahah.... mau kemana kalian! aku belum selesai!" teriak Maryani dengan suara melengking

1
neni nuraeni
wiiih keren kau lingga,,, GPP ya thorr aku pnggil anak ajaibnya othor dgn sebutan lingga😁 😁😁
neni nuraeni
semoga narno bisa berubah dan jauh dr iblis sesembhnny,,, lnjuttt
neni nuraeni
podaran be si malakna iih rese...
Ilham
lanjut bg
Nurr Tika
kamu harus waspada narno
Nurr Tika
bikin musnah ja tu si malak
Sri rahayu
baru tau marno kalau selama ini adiknya yg jahat
Ilham
lanjut seri ini
Ridwan01: siap bang terima kasih 🙏
total 1 replies
Nurr Tika
lanjut thor
Ridwan01: siap kak terima kasih
total 1 replies
neni nuraeni
iiih lnjutt atuh seruuu ini... pnsrn aku
neni nuraeni: ok KK othorrr
total 2 replies
Leni Nuraeni
ceritanya bagus👍
Leni Nuraeni
anak pintar,, lanjut dong thor..
Ridwan01: siap kak terima kasih 🙏
total 1 replies
Leni Nuraeni
jangan sampai listiani meninggal thor
Ridwan01: siap kak
total 1 replies
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap kak
total 1 replies
neni nuraeni
itu saingan kamu kaelan sama" cerewet😀😀
neni nuraeni: 🤭🤭🤭 kaelan skrng punya saingan
total 2 replies
Leni Nuraeni
aki aki itu selalu sukanya daun muda kk
Ridwan01: benar sekali kak 🙏
total 1 replies
Leni Nuraeni
kena kau salbiah,musnah lah salbiah
Leni Nuraeni: sama-sama kk author
total 2 replies
Ilham
lanjut BG seeru
Ridwan01: siap bang terima kasih 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
aduuuh Narsih.... Narsih... bikin ulah Mulu kau,,, lnjutttt thorrr
neni nuraeni: sama" thor
total 2 replies
Nurr Tika
lanjut thor
Ridwan01: Ashiap kak👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!