Kecelakaan pesawat mengakhiri hidup Aruna Maheswari— perempuan independent yang menolak akan adanya cinta dan pernikahan di hidupnya. Namun, saat membuka mata, ia justru terbangun di tubuh Sekar Calista Pranawijaya, seorang istri yang dibenci… dan memiliki dua suami.
Sekar dikenal sebagai perempuan temperamental yang membuat rumah tangganya berubah menjadi neraka. Dua pria yang seharusnya menjadi pelindungnya justru menunggu saat ia pergi dari hidup mereka.
Namun kini, wanita yang sama memilih diam.
Tidak marah. Tidak menuntut. Tidak meminta cinta.
Perubahan itu membuat segalanya terasa salah.
Karena di rumah penuh kebencian itu, bukan cinta yang paling berbahaya— melainkan rahasia di balik kematian Sekar, dan fakta bahwa istri yang mereka benci… telah berganti jiwa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandri Ratuloly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
******
Dengan perlahan mata yang terpejam itu perlahan lahan terbuka dan menampilkan bola mata berwarna ice grey yang begitu indah.
"Sudah bangun, sayang? "
Calista memejamkan sebentar matanya lalu di buka lagi saat mendengar suara serak, ia sedikit menahan napas saat di depannya sudah ada dua pria tampan yang senantiasa tersenyum manis padanya.
Siapa lagi kalau bukan kedua suami Calista, Damar dan Arkana.
"Semalam, kita.... " Calista menggantungkan ucapannya, agak sedikit canggung bila mengungkit kembali kejadian panas semalam.
Namun, ada sedikit keanehan. Semalam tiba-tiba saja badannya terasa panas dan ada gelagar aneh yang tiba-tiba saja menyerbu tubuhnya yang membuatnya merasa ingin disentuh lebih.
"Minuman yang tertukar semalam, bukankah itu yang membuat tubuhku terasa aneh. " ujar Calista memberitahukan.
"Andai saja semalam kamu tidak menghentikan ku untuk membuang minuman itu. " ujar Arkana dengan wajah kelewatan tenang, ia tidak begitu memperdulikan tentang minuman semalam yang membuat tubuh Calista merasa aneh.
"Lupakan saja kejadian semalam, tidak kah kamu ingin membersihkan tubuh, Calista? Apa kamu tidak merasakan lengket dan tak nyaman? " Damar yang sedari tadi sibuk mendusel wajahnya ke leher jenjang Calista kini mengangkat kepalanya agar wajahnya bisa sejajar dengan Calista, ia mengecup lama bibir pucat Calista lalu memeluk tubuh telanjang yang di tutupi dengan selimut itu dengan gemas.
"Tapi tubuhku rasanya sakit sekali, rasanya seperti akan remuk bila aku bangkit sedikit saja dari kasur ini. " ujar Calista, ya bagaimana tak remuk— ia semalam harus menghadapi dua pria yang memiliki tenaga bagaikan kuda itu.
Calista bila teringat kejadian semalam, rasanya ia ingin sekali menenggelamkan dirinya ke bawah laut sana.
Satu wanita berhubungan dengan dua pria sekaligus?
Serius? Apa dunia masih baik baik saja sekarang?
"Akan aku bantu, bahkan untuk mandi membersihkan tubuh mu aku bersedia untuk melakukannya. " ujar Damar dan tiba-tiba saja langsung melepaskan selimut yang terlilit di tubuh Calista dengan sekali sentakan dan itu membuat Calista kaget setengah mampus, belum lagi dengan Damar yang tiba-tiba saja menggendongnya ala bridal style dan langsung melangkah menuju ke arah kamar mandi berada.
"Hei, aku juga ingin. " Arkana setelahnya langsung ikut menyusul dari belakang.
Apa keduanya akan kembali bersenang-senang di siang bolong dengan matahari yang begitu terik menyinari dunia luar sana?
Kalau, ya. Arkana tidak sabar akan hal itu.
******
Sementara di tempat lain, tepatnya di negara Arctovia. Dimas terlihat tengah menatap bangunan lain dari dalam ruangan kerja kantornya sambil menghabiskan rokoknya, menunggu orang suruhannya datang.
"Tuan Dimas. "
"Katakan." Dimas menginjak sisa putung rokok yang sudah hampir habis itu dan berbalik untuk menatap orang suruhannya.
"Kami sudah menemukan tubuh, Nona Aruna. Di sekitaran pinggir laut pulau Noxara di negara Aurevia. " ujar orang suruhan Dimas membuat pria seketika menghentikan langkah kakinya.
"Aku akan ke negara Aurevia sekarang. Info ini rahasiakan dari publik, untuk beberapa saat kau yang akan mengurus kerjasama perusahaan dengan perusahaan Pranawijaya. "
"T-tapi—
Terlambat, Dimas sudah menyambar jasnya lalu berlari keluar dari ruangannya. " Aruna, aku datang. Ku mohon setelah ini terimalah perasaan cinta tulus ku ini. "
******
Rencana awal yang sudah disusun rapi oleh Calista saat tiba di pantai Moonveil Shore harus kandas begitu saja karena kejadian panas yang tak terduga semalam. Semua agenda yang sudah ia atur—mulai dari berjalan santai menyusuri garis pantai saat fajar, berfoto dengan latar langit jingga, hingga menikmati sarapan di tepi laut—terpaksa ia coret satu per satu dari catatan kecil di otaknya.
Alih-alih bangun pagi dengan semangat, Calista justru terbangun menjelang siang dengan tubuh lemas dan kaku, bahkan untuk berjalan atau bahkan bergerak saja rasanya begitu remuk redam. Untungnya ada kedua suaminya yang membantu dan menggendongnya ke kamar mandi, memandikannya, memakaikannya pakaian, bahkan menyuapi makan sekalipun mereka lakukan untuknya.
Baru sore hari, saat mentari senja baru menyapa di sekitaran pantai Moonveil shore, Calista akhirnya memberanikan diri keluar dari penginapan bersama kedua suaminya itu.
Langkahnya masih agak sedikit susah untuk melangkah. Namun, karena salep yang di berikan Arkana tadi setelah mandi. Calista bisa sedikit merasakan redah pada area selangkangannya, walau agak sedikit perih.
"Aku ingin sekali makan makanan manis sambil menikmati senja sampai ia akan terbenam berganti malam. " ujar Calista pelan yang masih di dengar jelas kedua suaminya.
Kini, ketiganya sudah duduk santai di salah kursi tepi pantai. Calista tidak bisa terlalu lama untuk terus berjalan seperti yang di rencanakan yang ingin berkeliling pantai.
Nyatanya area pribadinya tidak bisa di ajak kompromi, dan rasa perih akan semakin terasa bila ia terus melangkah.
"Biar aku saja yang membelikan. " Damar langsung bangun dari duduknya, ia menahan Arkana yang hendak pergi untuk mengabulkan keinginan Calista.
"Apa masih terasa sakit, sayang?" tanya Arkana, ia mengambil tangan Calista untuk ia genggam dengan lembut.
Calista menggelengkan kepalanya, "hanya sedikit perih saat berjalan terlalu lama. " balas Calista.
Ia merapikan rambut berantakan Arkana karena terpaan angin dengan satu tangannya yang bebas.
"Setelah balik ke penginapan nanti, aku akan kembali mengoleskan salep agar perihnya cepat hilang. "
"Tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri nanti. " tolak Calista cepat, masih sangat canggung bila area pribadinya harus kembali dilihat secara terang terangan seperti tadi.
Calista malu, tentu saja.
"Aku suamimu, Calista. Keadaan mu begini juga karena ulah ku, jadi biarkan aku bertanggung jawab atas perbuatan ku semalam dan aku tidak ingin ada penolakan. " ujar Arkana cepat saat Calista hendak menolaknya.
"Yasudah." Calista akhirnya mengalah, ia memang tidak bisa untuk melawan Arkana yang begitu keras kepala ini.
Setelah perbincangan itu, keduanya terdiam sesaat. Calista sibuk menatap keindahan laut dan senja di depan sana dengan perasaan begitu damai dan tenang. Sedangkan Arkana di sebelahnya sibuk menatap Calista terus menerus dengan tatapan memuja.
‘setelah penantian lama, akhirnya aku bisa memiliki mu. ’
"Calista." Damar datang setelah beberapa menit pergi. "Aku sudah memesan satu ruangan VIP di salah satu restauran di sini, mereka ada menyediakan makanan penutup manis yang pastinya akan kamu sukai. "
"Di restauran? Aku ingin memakan makanan manis sambil menatap senja, Damar." cemberut Calista.
"Tenang saja, aku memesan ruangan VIP yang memiliki kaca besar yang langsung mendapati pemandangan laut dan matahari terbenam nanti. " Damar menarik pelan tangan Calista agar bangun dari kursi, dan menggandengnya untuk pergi ke salah satu restauran yang sudah ia boking.
"Si sialan itu kenapa selalu mendapatkan keuntungan banyak mendekati Calista?! " Arkana bangkit dari duduknya dan ikut menyusul kedua manusia itu yang berjalan duluan meninggalkannya.
Ini semua karena, Damar!!
******
😒😒😒😒
lanjuut kak ,,
sad tu bukan berarti calista meninggal ,, buat dy menghilang aj ,,
Aruna di tubuh calista
apa kah arkana juga terlibat???
krn waktu damar kerjaa di kmr mereka arkana pun melihat apa yg di kerjakan damar ,,
ad sesuatu niih ,,
aaaaa kak author jgn di gantung dooonk ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
makin seruuu niiih ,,
ad rahasia yg Blum terungkap niii ,, ap yg lgi di kerjakan damar😁😁😁🤭🤭🤭🤭
terkadang kesalahan org tua justru ank yg jd pelampiasan ,,
semangat trus arkana ,,
bukti ny skrang km sukses ,,
jgn yg aneh2 yx damar ,, 👍👍👍
next kak
waaaah Atharva km slah org ,,
dy buukan. sekar yg cengeng dn manjaaa ,,
dy arunaaa si ratu bisnis ,,
jgn maen maen ,, jgn maen maen ,, 🤭🤭🤭
gx lanjuut 21 ,, 🤭