NovelToon NovelToon
GAYATRI S2 Mencintainya Hingga Akhir

GAYATRI S2 Mencintainya Hingga Akhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Selama 25 tahun, Rashaka Nareswara setia menjaga cintanya. Ia tetap bertahan, dan berharap pada satu nama yang tak pernah berubah di hatinya. Hingga akhirnya, penantian panjang itu berbuah manis.

Ia berhasil mempersunting wanita yang ia cintai sejak dulu, memulai kehidupan rumah tangga yang tampak sempurna.
Namun, kebahagiaan itu tak pernah benar-benar utuh. Di balik senyum sang istri, tersimpan bayang-bayang masa lalu yang belum selesai. Masalah demi masalah yang perlahan meretakkan kehangatan yang mereka bangun.

Akankah cinta yang bertahan selama seperempat abad itu mampu melawan luka yang belum sembuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GAYATRI S2 — BAB 13

Gayatri baru saja selesai membantu Nayana merapikan dapur ketika suara wanita itu memanggilnya dengan tegang dan tergesa dari biasanya.

“Gayatri. Ini gawat, kau harus segera pergi sekarang juga.”

Ia menoleh. “Ada apa, Nayana?”

Nayana menggenggam ponselnya erat. Wajahnya tampak pucat, seolah baru saja menerima kabar yang tidak diharapkan. “Pak Wira … Pak Wira jatuh sakit,” ucapnya pelan, tetapi cukup untuk membuat Gayatri langsung terdiam.

“Ayah?” ulang Gayatri, napasnya terasa tertahan di tenggorokan.

Nayana mengangguk. “Tadi Shaka meneleponku. Katanya, kondisi Wira menurun sejak siang, dan sekarang tidak bisa banyak bergerak.”

Tanpa menunggu lebih lama, Gayatri langsung meraih tasnya. “Apa? Aku harus ke sana secepatnya.” 

“Pergilah cepat, biar aku yang menjaga Shakira di sini. Mereka pasti lebih membutuhkanmu,” balas Nayana tanpa ragu. 

Gayatri mengangguk singkat. Ia sempat melirik ke arah kamar, memastikan Shakira baik-baik saja, sebelum akhirnya bergegas keluar dari apartemen.

Langkahnya cepat, hampir tanpa jeda sementara pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan yang membuat dadanya terasa tidak nyaman. Nama Wira membawa banyak kenangan, baik dan buruk, namun di atas semuanya, ia tetap seseorang yang pernah menjadi bagian dari hidupnya.

Perjalanan terasa lebih lama dari biasanya. Setiap detik seolah tertarik oleh rasa cemas yang terus menguat. Hingga akhirnya ia tiba di rumah itu. Rumah yang tidak asing, tetapi kini terasa berbeda.

Membuka pintu Gayatri langsung melangkah masuk tanpa banyak pikir. Di ruang tamu, beberapa sosok sudah berkumpul. Shaka berdiri di dekat sofa dengan wajah serius namun tetap tenang. Di sisi lain, Mahesa duduk dengan posisi kaku, sementara Nadya berdiri tak jauh darinya, tangannya saling bertaut dengan gelisah.

Semua mata tertuju pada Gayatri begitu ia masuk.

“Bagaimana—” Gayatri belum sempat menyelesaikan kalimatnya.

“Kau bisa langsung ke kamar saja, Gayatri,” potong Nadya lebih dulu. “Ayah ada di sana.”

Gayatri terdiam sejenak, sedikit terkejut dengan kehadiran Nadya, tetapi ia tidak membantah. Ia hanya mengangguk, lalu langsung melangkah menuju kamar.

Langkahnya terasa semakin berat saat mendekat. Tangannya sempat tertahan di depan pintu sebelum akhirnya ia mendorongnya perlahan. Suasana di dalam jauh lebih tenang.

Wira terbaring di atas ranjang, tubuhnya tampak lemah. Wajahnya pucat, napasnya pelan namun teratur. Sementara di sampingnya, Sarita duduk sambil menggenggam tangan Wira, matanya memerah seolah telah menahan banyak hal sejak tadi.

“Gayatri?” bisik Sarita begitu melihatnya. 

Gayatri mendekat dengan hati-hati. “Bagaimana kondisinya, Bu?” tanyanya pelan.

Sarita mengusap sudut matanya. “Tadi ayahmu sempat merasa sesak, aku panik lalu meneleponmu tetapi ternyata suamimu yang datang ke sini.”

Gayatri baru teringat bahwa ia lupa membawa ponselnya karena terburu-buru ingin menemui Shakira.

“Ayah, kau baik-baik saja? Bagaimana ini bisa terjadi?” tanyanya seraya menatap Wira lebih lama. Ada perasaan yang sulit dijelaskan melihatnya dalam kondisi seperti ini, rapuh, jauh berbeda dari sosok yang dulu ia kenal.

“Apakah Ayah sudah diperiksa dokter?” tanyanya lagi.

Sarita mengangguk. “Sudah. Shaka yang memanggil dokter, beruntung dia datang tepat waktu, jika tidak, entah apa yang akan terjadi pada ayahmu.” Sarita mengusap ujung matanya yang berair, menahan haru. 

“Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah Ayah tidak meminum obatnya tepat waktu?” tanya Gayatri lagi, tahu benar bahwa hal seperti dada sesak itu tak akan terjadi jika Wira meminum obatnya tepat waktu. 

Wira menatap Sarita, ingin berkata bahwa jangan sampai ia menceritakan apa yang terjadi di rumah mereka dan membuat Gayatri merasa cemas. Namun lisannya terasa kelu untuk berbicara.

Namun, Sarita menggeleng lemah, merasa tak bisa menyembunyikan apa pun dari Gayatri, mantan menantu yang sudah dianggapnya sebagai anak.

“Sebenarnya, ayahmu memang terlambat meminum obatnya,” ucap Sarita lirih, sebelah tangannya memegangi tangan suaminya erat. Takut kehilangan itu terus membayang di pelupuk matanya.

“Apa? Kenapa Ayah sampai telat minum obatnya?” Gayatri menoleh pada Wira yang terbaring lemah.

“Kami … kami tidak bisa membeli obat Ayahmu, Gayatri.” Sarita menutup wajahnya dengan kedua tangan, tak kuasa menahan tangis serta rasa pedih yang bersarang di hatinya.

Gayatri sedikit terkejut mendengarnya. Ia sempat menoleh sekilas ke arah pintu, sebelum kembali memusatkan perhatian pada Wira. Menatap mantan ayah mertuanya dengan sendu, dulu, keadaannya tak separah ini.

“Lalu?” 

“Tapi kau tenang saja, semuanya pasti akan segera membaik. Dokter juga bilang Wira harus banyak istirahat dan jangan sampai lupa minum obatnya lagi,” lanjut Sarita pelan.

Gayatri menghela napas perlahan. Ada sedikit kelegaan yang muncul, meski rasa khawatir itu belum sepenuhnya hilang. Ia melangkah lebih dekat, berdiri di sisi ranjang, menatap wajah Wira yang masih terpejam.

“Ayah,” panggilnya lirih.

Tidak ada jawaban, namun jemari Wira bergerak sedikit.

Dan itu cukup untuk membuat Gayatri menahan napas sejenak.

Di balik semua yang pernah terjadi, momen itu terasa sederhana, tetapi penuh makna. Karena pada akhirnya, masa lalu seakan memudar, dan yang tersisa hanyalah kepedulian yang masih ada, meski tanpa kata.

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
tentu saja 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Awas kamu Keenan 😤
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
Bringsiiiikkkkk
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh😣
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
diturutin ihh sama othor..
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
lah baru ditanyain.. pas celingkuh gak inget kalo manusia tuh bisa sakit bs mati.. ckckck
🌸sakura🌸
keenan mau ta enaknya saja tp g berani bertanggung jawab padahal shakira sdh bela belain buat nikah sama kami, klo smpe keguguran, pisah saja shakira, krn keenan g pantas jd seorang suami maupun seorang ayah. BANCI
matchaa_ci
apa aku harus seperti gayatri dulu menunggu 25 tahun untuk bertemu dng orng yg benar² menghargai
aurora
semangatttt💪💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
kau bahkan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
makanya banyak belajar Keenan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dasar kau 😤
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
gugur aja sekalian.. toh keenan udah selingkuh,main celup sana sini, garelaaa akuuu ooiii
HK: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kaluna jadi sombong 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kaluna
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Jujur saja Luna🤭
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
semua akan tetap berjalan tanpamu gayatri.. jgn merasa paling penting
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kaluna
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!