NovelToon NovelToon
Suami Rahasia

Suami Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Beda Usia
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: candra pipit

Clarindra Arabella, siswi kelas tiga SMA yang tinggal selangkah lagi menuju kelulusan, tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah dalam satu keputusan sepihak.
Di saat teman-temannya sibuk mempersiapkan ujian akhir dan masa depan, Clarindra justru dipaksa menerima kenyataan pahit—ia harus menikah.
Bukan dengan pria seusianya.
Melainkan dengan seorang pria dewasa… yang bahkan tak pernah ia kenal.
Demi alasan sederhana namun kejam—orang tuanya akan pindah ke luar negeri, dan mereka tak ingin meninggalkan putrinya sendirian.
Di balik keputusan itu, tersembunyi kesepakatan antara dua keluarga besar.
Nama besar keluarga Hardinata menjadi jaminan keamanan Clarindra… sekaligus awal dari keterikatannya.
Zavian Hardinata.
Pria itu bukan sekadar pewaris keluarga kaya raya. Ia adalah sosok bebas, penuh pesona, namun sulit dikendalikan. Seseorang yang lebih terbiasa bermain dengan hidupnya sendiri… daripada terikat dalam satu hubungan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon candra pipit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukuman

Ruangan langsung hening.

Meta melihat takut-takut wajah ayahnya.

Pria yang bekerja di salah satu BUMN ternama ini merasa di lempar tai oleh anak sendiri.

"Ma-maaf Pa. Aku sudah bilang sama mama tak usah diperpanjang masalah ini. Tapi Mama ngotot terus."

Meta sudah pengalaman sudah tahu alurnya setiap kali bentrok dengan Clarinda. Ia bisa mengatasi masalah ini sebenarnya. Tapi ibunya malah memperburuk situasi.

Peringatan Clarinda di rumah sakit kemarin masih terngiang di kepala Meta. Ia tahu jika Clarinda sudah balas dendam tak tanggung-tanggung. Tapi Meta memang tak pernah kapok cari gara-gara.

Dara yang sedari tadi diam akhirnya menghela napas panjang kecewa.

“Ya ampun Meta…” suaranya sengaja di buat lembut. "Sudah Pah..." Dara menenangkan sang ayah.

"Kamu juga Ma. Selalu meledak-ledak!" Bentak pria itu pelan. “Kamu lihat sendiri anakmu yang mulai!”

Ibu Meta diam. Malu nya menjadi berlipat ganda. Anaknya yang membuat kesalahan lebih dulu dan sekarang dibentak dihadapan banyak orang.

Zavian mematikan video.

“Jika Ibu dan Bapak tetap ingin membawa ini ke jalur hukum,” katanya tenang, “Meta juga bisa terkena sanksi.”

Tak ada jawaban.

“Perusakan aset pribadi termasuk pelanggaran serius.”

Zavian membuka map di meja.

“Saya tidak keberatan jika ingin diproses resmi. Saya bisa segera membuat surat pengantar.”

Meta langsung panik.

“Mama…”

Ibunya kini kehilangan sebagian keberaniannya.

“Pak… anak-anak kan cuma bercanda…”

“Bercanda mereka hampir mencoreng nama baik sekolah," sindir Zavian. "Sekolah ini tidak pernah mendapat reputasi yang buruk. Dan sekarang waktunya penerimaan siswa baru. Anda pasti tahu sekolah ini menjadi salah satu SMA favorit di kota ini."

Ruangan kembali sunyi.

“Untuk sementara,” lanjut Zavian, “Meta bisa istirahat di rumah.”

Wajah Meta langsung pucat.

“Maksud Pak?”

“Skorsing sementara sambil evaluasi.” Zavian mengalihkan pandangannya pada Ibu dan Ayah Meta. "Saya harap Anda berdua bisa mendidik Meta dengan baik di rumah."

“Tapi Pak Zavian..."

"Ma..." Dara mencegah sang ibu agar tak protes. Lalu pandangannya beralih pada Zavian. Sedari tadi perempuan itu memperhatikan Zavian, membuatnya terpesona. Ia sebenarnya tak peduli dengan kasus adiknya.

"Pak Zavian saya sebagai ayah Meta, mohon maaf. Kejadian ini saya jamin tidak terulang lagi." Ayah Meta membungkuk.

“Papa!” Ibu Meta

"Harusnya kata maaf kalian tujukan pada gadis itu. Terutama ibu," Zavian menatap ibu Meta yang menahan malu.

"Iya Pak Zavian. Kami akan meminta maaf langsung pada gadis itu," suara Dara begitu mendayu.

Meta menangis.

Dara memegang bahu adiknya mencoba menenangkan.

Sementara Zavian hanya memperhatikan tanpa ekspresi. Tapi pria itu merasa lega. Masalah ini terselesaikan .

Harusnya ia melakukannya sejak awal.

Istrinya itu pendendam. Kalau dibiarkan…

Bisa saja ia membalas teman-temannya lebih parah.

Dara mengeluarkan kartu nama dari tas kecilnya dan memberikannya pada Zavian. Namun Zavian tak menerima. Perempuan itu meletakkannya di meja. Zavian meliriknya sekilas. 'Dream Dara'.

"Pak Zavian bisa mampir ke butik saya kapan saja," Dara tersenyum cantik. "Semua pakaian yang Pak Zavian butuhkan saya bisa bantu pilihkan," imbuhnya.

Sementara Zavian mengangguk singkat tak terlalu menanggapi.

Tak berselang lama setelah keluarga Meta keluar, Zavian langsung memanggil beberapa siswa lain yang ada dalam video CCTV juga orang tua masing-masing.

Satu per satu masuk ke ruangannya dengan wajah ketakutan.

Tak ada yang berani membantah ketika Zavian menunjukkan rekaman itu.

Hari itu seluruh geng Meta mendapat hukuman skorsing tiga hari dan surat peringatan.

Bukan sekadar menghukum.

Tapi juga mencegah perang baru terjadi di antara mereka. Jika ia tak bertindak Clarinda pasti tak berhenti balas dendam.

Begitupun dengan Clarinda. Ia juga mendapatkan sanksi yang sama, bagaimanapun tindakan Clarinda tidak bisa dibenarkan.

***

"Makasih," ucap Clarinda ketika melihat Zavian hendak naik tangga.

Zavian menoleh. Ia menatap gadis itu, sudah tidak ada amarah yang menggebu seperti kemarin.

"Untuk apa?" tanya nya.

"Sudah membantu ku," ucap Clarinda.

Meskipun gadis ini sebenarnya masih dongkol pada Zavian, tapi ia bukanlah gadis yang tidak tahu berterima kasih setelah dibantu.

“Beneran, aku nggak expect kau membelaku," Clarinda nyengir

Zavian menghela napas pendek.

"Aku tak berpihak pada siapapun."

'Cih, menyebalkan lagi!' gerutu Clarinda dalam hati.

“Aku ini kepala sekolah. Aku harus bisa menyikapi masalah. Mereka memang salah tapi perbuatanmu berbahaya."

Clarinda mendelik lalu menatap lurus Zavian.

"Kelulusan sudah di depan mata, redam sedikit emosimu. Jangan meninggalkan kesan buruk saat kau meninggalkan sekolah nanti."

Mata Clarinda berkedip pelan.

Untuk beberapa detik gadis itu diam. 'Tumben omongan orang ini bener,' batinnya.

"Tiga hari ini kau bebas lakukan sesukamu. Tapi ingat jangan berbuat onar."

Clarinda serasa disiram air segar. Zavian memberinya kebebasan. Berarti peraturan konyol yang Zavian buat tidak berlaku selama tiga hari.

Sebenarnya itu cara Zavian meminta maaf pada Clarinda. Tepi tentu lelaki itu gengsi minta maaf pada anak kecil.

Zavian menatapnya beberapa detik sebelum tersenyum tipis.

"Hei, Pak Tua. Tapi ingat aku belum balas dendam pada mu. Jangan pikir aku lupa!"

Zavian memutar matanya. Lalu berbalik naik tangga meninggalkan Clarinda.

"Siap-siap saja aku pasti membalasmu Pak Tua!"

Akhirnya…

Rumahnya kembali berisik dengan celotehan dan nyanyian cempreng Clarinda.

***

Clarinda juga di skorsing selama tiga hari sama seperti Meta, Viona, Leona dan Wanda.

Ia bisa bangun siang semau nya.

Gadis itu menggeliat di atas ranjang sambil memeluk guling.

"Aaaahhhh... Nyamannya..."

Ia bahkan belum membuka mata sepenuhnya saat tangannya meraba ponsel.

Jam sembilan pagi.

"Enaknya gak sekolah..."

Ia tertawa sendiri lalu turun dari ranjang dengan rambut acak-acakan seperti singa habis konser rock.

Dengan langkah malas, Clarinda menuju kamar mandi. Hanya cuci muka dan gosok gigi seadanya.

Setelah itu gadis itu berjalan keluar kamar.

“Bik Imah!” panggilnya.

Tak ada jawaban.

“Biiiiik!”

Tetap sepi.

Clarinda mengerucutkan bibir.

“Hm… pasti belanja.”

Ia membuka kulkas. Isinya penuh.

Sarapan juga sudah tersaji di meja. Tapi Clarinda masih tak berminat untuk sarapan.

Tatapannya kemudian mengarah ke belakang rumah.

Kolam renang berkilauan terkena matahari pagi.

Mata Clarinda langsung berbinar nakal.

“Waktunya bersenang-senang…”

Ia berjalan cepat ke halaman belakang sambil bersenandung.

Clarindra mulai melepas piyamanya.

Kini ia hanya memakai dala man saja.

“Ah… hidup memang harus dinikmati.”

Ia mengangkat kedua tangan seperti putri duyung mau syuting iklan.

Namun tepat saat ia hendak melompat ke kolam...

BYUR!

Sebuah kepala tiba-tiba muncul dari dalam air tepat di depannya.

“HUA—AAAAAA!!!”

Clarinda menjerit keras.

Karena panik, refleks gadis itu langsung menendang kepala orang tersebut.

BUK!

“Akh!”

Kepala itu kembali tenggelam.

Clarinda mundur ketakutan.

“SETAN!!!”

BYUR!

Orang itu muncul lagi sambil memegangi kepala.

Saat melihat wajah datar dan tatapan tajamnya

Clarinda membeku.

“…Pak Tua?”

1
Nona aan Chayank
Buaahahahhaha....🤣🤣🤣
partini
hemmm dah keliatan kamu kecintaan ma suamimu,aihhh why pihak cewek yg jatuh cinta duluan ga cowoknya ga pernah si saddddddd
Marini Suhendar
Dasar bocah😄
partini
ko cuma sama baby sitter doang apa duda anak satu ,, alamak tensi nanti suamimu cle
Titien Prawiro
Bagaimana jadinya
partini
👍👍👍
Erna Riyanto
ihh..pak tua bisa ae nyari kesempatan,pke pegang" segala🤣🤣
Marini Suhendar
Awas yah..nanti pada bucin kalian ya 😄
Marini Suhendar
Jangan cemburu pak tua😄
partini
ingio ingon wedus kaleee 😂😂
wah ada yg CLBK nih nanti jad jadi jendonggggg ,,
partini
kenapa selalu cewek yg klepek klepek duluan sih jarang bnggt cowoknya
partini
tinggal jaa kek yg lama cucu mu juga rada"suka keluar malam lupa pulang cucu mentu juga sama so 50/50
partini
jirrr Ampe lupa, maklumlah di club siapa sih yg ingat di rumah ga ada
partini
nah Lo habis megang apa gunung kembarnya 😂😂😂
nanti pasti terbayang bayang rasanya kenyal"
partini
😂😂😂😂 lah kaya bola di tendang
partini
hemmm SE anak kalian yg bikin ulah
partini
good story
partini
lanjut Thor Setu ceritanya
candra pipit: siap... lanjut 😍
total 1 replies
partini
lelaki bebas di luar OMG
partini
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!