Kania Maharani, harus menerima kenyataan pahit saat sang suami lebih memilih untuk kembali pada sang mantan kekasih setelah satu tahun usia pernikahan mereka.
Dulu mereka di jodoh kan saat Erlan Hadi Wijaya di tinggal kan oleh kekasih nya, demi pria lain.
Setelah sang kekasih berpisah dari laki - laki pilihan nya, dia ingin kembali pada Erlan. Erlan yang masih mencintai Wina, menerima wanita itu kembali tanpa perduli perasaan Kania.
Apakah Kania tetap bertahan dan menerima diri nya di madu, atau memilih mundur karena dia bukan lah istri pilihan suami nya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
Mereka tiba di rumah nya Tante Sarah dan Om Rama, satpam membuka gerbang yang menjulang tinggi. Rumah ini jauh lebih mewah dari rumah mertua nya dan juga rumah yang dia tinggali selama menjadi istri nya Erlan.
Ini baru pertama kali nya Kania memasuki rumah yang seperti istana, Kania terpaku dengan kemegahan nya. halaman rumah yang di lengkapi dengan taman, lalu ada air mancur di tengah- tengah nya. Menambah kesan mewah nam elegan.
"Kania, ayo masuk nak!" Suara tante Sarah membuat Kania kaget.
"I,,, iya tante!" Jawab Kania gugup.
Tante Sarah dan Om Rama segera mengajak Kania masuk, baru saja memasuki pintu mereka sudah di sambut oleh beberpa pelayan dengan seragam khusus nya.
"Selamat Malam, Tuan nyonya!" Mereka berbicara sambil membungkuk kan badan nya.
"Malam, ambil koper yang ada di mobil. Bawa ke kamar tamu!" Tante Sarah memberi perintah pada pelayan nya.
"Baik nyonya!" Salah satu pelayan bergegas keluar untuk mengambil koper nya Kania.
"Kania, kamu mandi dulu nak. Setelah ini baru kita makan malam!" Tante Sarah berkata dengan lembut.
"Tolong antarkan nona Kania ke kamar tamu!" Tante Sarah memberi perintah pada salah satu pelayan nya.
"Baik Nyonya!" Jawab pelayan itu patuh.
"Mari Nona, ikut saya!" Pelayan perempuan yang masih muda itu mempersilahkan Kania mengikuti nya.
Dengan tampak masih ragu, tapi seperti nya Tante Sarah paham dengan apa yang di rasakan oleh Kania.
"Tidak papa nak, ikut saja!" Tante Sarah berkata dengan ramah.
Pada akhirnya, Kania menuruti ucapan Tante Sarah. Kania segera mengikuti langkah kaki pelayan itu, Kania di bawa memasuki sebuah kamar mewah seperti kamar hotel berbintang.
"Silahkan Nona, jika nona membutuhkan sesuatu Nona bisa panggil saya!" Pelayan itu berkata dengan ramah.
"Baik, terima kasih!" Kania mengangguk sopan.
"Saya permisi Nona!" Pelayan itu segera pamit dari hadapan Kania.
"Silahkan!" Jawab Kania ramah.
Setelah pelayan itu pergi, Kania melihat ke sekeliling kamar ini. Kamar yang super mewah, belum pernah Kania melihat kamar semewah ini sebelum nya. Kania segera menuju ke kamar mandi yang ada di dalam nya, dia ingin membersihkan diri dan sholat isya terlebih dahulu.
Tadi Kania melewatkan sholat magrib nya saat berada di klinik, kimi Kania tidak ingin melewatkan sholat isya nya. Begitu memasuki kamar mandi, Kania tak kalah terkejut nya. Kamar mandi ini sangat mewah, semua peralatan canggih ada di dalam nya. Peralatan mandi tertata tapi di tempat nya, aroma terapi begitu menenangkan saat berada di dalam nya.
Kania tidak ingin menunda lagi, dia bergegas melakukan ritual mandi nya. Setelah itu dia langsung berganti pakaian dan sholat isya, Kania meminta kekuatan dalam menghadapi semua ujian yang tengah menimpa nya.
Tok, tok, tok.
Pintu kamar di ketuk dari luar, Kania yang sudah selesai berdoa bergegas membuka pintu. Seorang pelayan sudah berdiri di depan pintu kamar nya.
"Nona, makan malam nya sudah siap. Nona di tunggu tuan dan Nyonya di meja makan!" Pelayan itu memberi tahu.
"Baik, saya akan segera ke sana!" Kania lalu melepas mukena nya.
Kania melihat mukena nya kembali, lalu tidak lupa dia memasang hijab nya sebelum keluar.
Ketika membuka pintu, pelayan itu masih berdiri di sana.
"Silahkan nona Kania!" Pelayan itu membungkuk ramah.
Pelayan itu membawa Kania ke ruang makan, di sana sudah menunggu tante Sarah dan Om Rama.
"Silahkan nak!" Tanta Sarah menarik salah satu kursi yang ada di sebelah nya.
"Tante, apa tidak ada orang lain di rumah ini selain kita?" Kania memberanikan diri bertanya.
"Tidak ada nak, kami hanya tinggal berdua di sini. Kami hanya di temani oleh para pelayan!" Om Rama yang menjawab pertanyaan Kania.
"Oh begitu ya, maafkan saya Om, tante. Saya tidak bermaksud apa - apa!" Kania merasa bersalah telah menanyakan hal ini pada mereka.
"Tidak papa nak, ayo kita makan!" Tante Sarah segera memulai makan malam ini.
Tante Sarah begitu baik nya, dia melayani Kania demgan baik. Tante Sarah melayani Kania seperti melayani anak kecil, dia sanga bahagia malam ini. Om Rama yang melihat nya ikut bahagai, sudah lama dia tidak melihat istri nya tersenyum seperti ini.
Om Rama merasa malam ini dia mendapatkan kembali apa yang hilang dari mereka 25 tahun yang lalu, entah kenapa hati nya begitu bahagia melihat interaksi antara Kania dan juga istri nya.
'Seandai nya putri ku tidak hilang, mungkin dia sudah seumuran Kania. Ya Allah, lindungi putri dimana pun dia berada dan tolong pertemukan lah kami dengan nya sebelum kami menutup Mata!' Om Rama berdoa di dalam hati.
Begitu pula dengan Tante Sarah, dia sangat bahagia bersama Kania malam ini.
'Ya Allah, kenapa aku merasa punya ikatan batin dengan gadis ini. Ya Allah, di mana putri ku sekarang? Seandainya dia adalah putri ku yang hilang, aha betapa bahagia nya aku!' Guman Tante Sarah di dalam hati.
Tidak terasa mereka sudah selesai makan malam, pelayan segera membereskan meja makan. Tante Sarah dan Om Rama segera mengajak Kania ke ruang keluarga, Tante Sarah ingin bertanya banyak hal pada Kania.
"Kania, kamu ke Bogor mau bertemu dengan siapa nak? Tadi Tante Lihat kamu bawa - bawa koper!" Tante Sarah bertanya pada Kania.
"Aku ingin bertemu dengan orang tua ku, Tante. Mereka tinggal di pesantren sekaligus panti asuhan, Tante!" Jawab Kania jujur.
"Oh begitu, selama ini kamu tinggal di Jakarta bersama siapa?" Om Rama juga ikut penasaran.
"Selama ini aku tinggal di Jakarta bersama suamiku, tante!" Jawab Kania sambil menunduk kan kepala nya.
"Jadi kau sudah menikah? Lalu di mana suami mu nak?" Tanya Tante Sarah lagi dengan penasaran.
"Dia sudah mencerai kan aku, Tante. Dia ingin kembali pada cinta pertama nya!" Jawab Kania dengan nada sedih.
"Astagfirullah hal adzim, keterlaluan sekali dia. Demi wanita dari masa lalu nya, dia malah menceraikan istri sah nya. Laki- laki tidak bertanggung jawab!" Tante Sarah geram mendengar cerita Kania.
"Jika saja dia adalah putra mu, aku pasti sudah menghajar nya!" Om Rama juga ikutan geram mendengar cerita Kania.
"Maka dari itu aku mau kembali ke panti asuhan saja!" Kania kembali berkata.
"Laki - laki tidak bertanggung jawab, seharusnya jika dia laki - laki sejati, maka dia harus mengembalikan mu pada orang tua mu secara baik - baik. Bukan dengan cara seperti ini!" Om Rama hanya bisa menggelengkan kepala nya saja mendengar kelakuan suami nya Kania.
Saat sedang kesal, Tante Sarah menggigit liontin berbentuk kupu - kupu yang menjadi buah kalung nya. Kania memperhatikan itu, karena dia juga punya kebiasaan yang sama. Hanya saja saat ini kalung itu ada di dalam hijab nya, tidak mungkin dia mengeluarkan nya di depan Om Rama, tidak sopan banget.
mudah2han rujuk lagi sama erlan
tapi erlan hrs berjuang dulu
Jangan lama-lama Up lagiii 😘😍
bikin ancur aja tuh mereka berdua pak Beni 👍😡