Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.
Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.
Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.
Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.
Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.
Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RPD: Chapter 2
"Aku siap, Instruktur Tian!" ucap Zhou Xuan, dengan nada yang rendah, hampir tak terdengar. Ekpresi nya tidak menunjukkan semangat sama sekali.
Pria paruh baya itu pun menghela nafas panjangnya.
Sebagai seorang Praktisi tingkat ketiga. Tian Ba, memang layak menjadi instruktur kepala di keluarga Zhou ini, untuk membimbing anak-anak muda yang mulai menapaki jalan nya di dunia kultivasi ini. Hanya dengan memiliki kekuatan yang kuat, maka kekuasaan dan masa depan yang cerah, akan mereka dapatkan.
Lalu, pria paruh baya itu pun mengeluarkan monolit batu hitam dari dalam cincin yang melingkar di jari tengahnya.
Cincin itu bukanlah cincin biasa, melainkan Cincin Ruang Penyimpanan yang memiliki ruang yang luas bahkan dapat menampung gunung sekalipun di dalamnya. Tergantung kelas cincin ruang itu sendiri.
Di samping pria paruh baya itu 'Tian Ba', kini berdiri monolit batu hitam setinggi tiga meter. Di puncaknya, terdapat kristal bening seperti lampu kaca. Batu itu merupakan alat untuk melihat tingkatan ranah dasar, melihat pembukaan akar spiritual, termasuk elemen yang dimiliki oleh seseorang yang akan melakukan ujian.
Pria paruh baya itu memandang Zhou Xuan beberapa detik. Lalu, mempersilahkan Zhou Xuan untuk menjadi yang pertama yang memulai ujian penilaian itu.
"Tuan Muda, silahkan!" ucap pria paruh baya itu, sembari membungkuk sebagai tanda hormatnya kepada putra pemimpin keluarga Zhou.
Gelar Tuan Muda bukanlah gelar biasa-biasa saja bagi suatu keberadaan di Wilayah Timur. Dia adalah harapan masa depan keluarga, panutan bagi semua anggota keluarga di masa depan yang akan mengambil alih kepemimpinan Kepala Keluarga. Namun, itu adalah salah satu alasan bagi Zhou Xuan yang membuatnya semakin tertekan. Jika dia terlahir sebagai anggota keluarga biasa-biasa saja, mungkin dia sudah menyerah sejak dulu, dan memilih hidup sebagai manusia biasa. Tetapi takdir memang selalu gemar memainkan jalannya.
Dan dengan langkah yang berat, ia pun melangkah maju, mengarah kepada monolit batu hitam setinggi tiga meter itu.
Setelah ia berdiri dalam jarak tak lebih dari satu meter di depan monolit batu hitam itu, ia termenung sesaat, mengingat tahun-tahun yang lalu ketika ia berdiri di tempat yang sama, dengan tujuan yang sama.
Zhou Xuan telah melakukan ujian penilaian dasar itu sebanyak sepuluh kali, dan ini yang ke sebelas kalinya. Di mana ujian penilaian dasar selalu dilakukan setahun sekali. Namun, sebanyak sepuluh kali ujian, hasil yang didapatkan oleh Zhou Xuan, tidak pernah berbeda. Akar spiritual cacat, jembatan spiritual yang putus, tidak ada akar spiritual yang terbuka, dan tidak memiliki elemen.
Itu adalah pukulan berat baginya, orang tua nya, bahkan bagi seluruh keluarga Zhou.
Saat itu, pria paruh baya itu pun kembali mempersilahkan Zhou Xuan untuk segera memulai ujiannya.
"Tuan Muda Zhou, silahkan!" ucapnya, dengan nada yang tenang.
Lalu, Zhou Xuan pun mulai mengangkat tangan kanannya sedang, dan menempelkan telapak tangannya pada dinding batu hitam.
Sekelompok besar anak-anak di belakangnya saling berdesakan. Anak-anak yang memiliki postur tubuh yang pendek, berusaha untuk berada di depan. Semua ingin melihat seperti apa tuan muda mereka saat ini?
Namun, setelah beberapa saat ketika telapak tangan kanan Zhou Xuan menempel pada dinding batu hitam itu, batu itu tidak menunjukan reaksi apapun. Dan itu adalah pemandangan yang sama, yang selalu menjadi hasil Zhou Xuan setiap melakukan ujian penilaian.
Pria paruh baya gendut menepuk dahinya sendiri, pria paruh baya kurus menyembunyikan wajahnya di balik buku, dan pemimpin pria paruh baya itu menghela nafas panjangnya, sembari menggelengkan kepalanya.
Lalu, pemimpin pria paruh baya itu 'Tian Ba', mengumumkan hasil ujian Zhou Xuan: "Tuan Muda Zhou Xuan. Belum membuka satu pun akar spiritual, elemen yang dimiliki, tidak ada!" ucapnya, dengan nada yang cukup keras, terdengar oleh sekelompok besar anak-anak kecil yang berbaris tidak rapih lagi.
Pengumuman itu seolah-olah adalah kutukan bagi Zhou Xuan. Bahkan sekelompok besar anak-anak di belakangnya, tertawa terbahak-bahak, mengejek, mencela, menyoraki dengan penuh hinaan.
"Pergi sana... kau tidak pantas menjadi tuan muda kami!"
"Dasar tuan muda tidak berguna, pergi sana!"
"Orang seperti itu, bagaimana bisa menjadi tuan muda kami? Bahkan dengan satu jariku saja, aku bisa mengalahkannya." orang yang berbicara itu— adalah seorang anak berusia 17 tahun. Dia tidak berada di barisan kelompok anak-anak kecil itu, melainkan di sisi lahan kosong, seolah-olah sedang menonton pelatihan para Junior nya.
Dia adalah Zhou Xiaowang— 17 tahun, lebih tua beberapa bulan dari Zhou Xuan. Dia adalah putra pertama Zhou Wang, adik dari Kepala Keluarga Zhou, ayahnya Zhou Xuan.
Hubungannya dengan Zhou Xuan tidaklah bagus. Dengan keadaan Zhou Xuan yang disebut sebagai Tuan Muda Sampah, Tuan Muda yang tak berguna, membuat Zhou Xiaowang mempunyai kesempatan untuk menjadi pemimpin Keluarga Zhou di masa mendatang, menggeser kedudukan Zhou Xuan.
Kehadiran Zhou Xiaowang membuat Zhou Xuan semakin merasa kesal, sedih, dan lebih merasa bahwa dirinya benar-benar tidak berguna. Dengan hasil ujian terakhirnya yang tak juga berbeda dari hasil tahun-tahun sebelumnya, Zhou Xuan harus menelan pil pahit kenyataan.
Kesempatan terakhir seolah-olah sudah hangus terbakar. Dia harus siap untuk keluar dari keluarga Zhou, meninggalkan marga keluarganya untuk selama-lamanya.
Bahkan walaupun dia seorang Tuan Muda, itu tidak berlaku bagi keluarga Zhou. Aturan tetaplah aturan. Mereka yang melanggar aturan keluarga, disebut lebih buruk dari sampah. Bahkan ayahnya yang merupakan seorang Kepala Keluarga, tidak akan bisa membantu Zhou Xuan, untuk tetap berada menjadi bagian dari keluarga Zhou.
Oleh karena itu, Zhou Xuan pun berlari kencang, dan lebih kencang lagi meninggalkan lahan kosong di tengah Kota Zhou.
Untuk seorang pemuda berusia tujuh belas tahun, dia berlari sembari menangis seperti seorang bocah berusia enam sampai tujuh tahunan. Merasakan sakitnya kenyataan yang tak bisa untuk ia ubah.
Hingga setelah beberapa saat, Zhou Xuan pun tiba di pegunungan di belakang Kota Zhou. Satu bukit tinggi yang indah. Permukaan tanahnya dilapisi oleh rumput-rumput hijau, hampir semua permukaan tanah tidak terlihat.
Dari puncak bukit itu, Zhou Xuan melihat luasnya dan megahnya kota Zhou yang tak akan lagi menjadi bagian dari hidupnya. Masanya sebagai Tuan Muda keluarga Zhou telah berakhir. Kini, Zhou Xuan hanyalah seorang pemuda biasa-biasa saja yang sangat menyedihkan.
Zhou Xuan termenung sembari menatap langit. Tatapan yang penuh kebencian akan takdir langit yang begitu kejam.
Dalam segala bentuk kesedihannya, dia membuka lebar-lebar kedua matanya, memandang langit pagi, dan matahari mulai bersinar terik di atas langit Kota Zhou.
"Jika aku memiliki kekuatan... maka aku akan menentang mu, takdir sialan!" gumamnya, sembari memandang langit dengan segala rasa kekecewaan yang sangat begitu mendalam. Air mata mulai mengering di pipinya.
Tiba-tiba, terdengar suara seseorang yang berbicara dari belakangnya.
"Tegakkan kepala mu, Xuan!"
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏