NovelToon NovelToon
Reruntuhan Para Dewa

Reruntuhan Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.

Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.

Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.

Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.

Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.

Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RPD: Chapter 1

Kota Zhou. Sebuah kota besar yang berada di Wilayah kekuasaan Kekaisaran Api Agung, di sebelah timur pegunungan Binatang Monster, pegunungan terbesar di Benua Tian Yuan.

Saat matahari terbit, di Kota Zhou, masih sedikit terasa hawa dingin. Namun, banyak warga kota sudah keluar untuk melakukan pekerjaan mereka. Bahkan anak-anak berusia enam atau tujuh tahun pun sudah bangun dari tempat tidur mereka dan bersiap untuk melakukan latihan pagi.

Kota Zhou. Seperti namanya 'Zhou', didirikan oleh Leluhur Keluarga Zhou. Satu keluarga terbesar di wilayah timur Kekaisaran Api Agung. Bahkan, pemimpin keluarga Zhou saat ini, adalah sepasang suami istri yang merupakan Ahli Bela Diri Terkuat di wilayah timur Kekaisaran Api Agung.

Saat itu, di area kosong di tengah Kota Zhou, kehangatan sinar mentari pagi menerobos pepohonan di sekitarnya, meninggalkan titik-titik cahaya di tanah yang kosong.

Sekelompok besar anak-anak terlihat di sana, jumlahnya antara seratus sampai dua ratus anak, yang kemudian dibagi menjadi tiga kelompok. Tiga kelompok itu dibagi lagi menjadi beberapa barisan. Semuanya berbaris rapih, tetapi wajah mereka muram, bahkan ada satu orang pemuda yang nampak berusia enam belas sampai tujuh belas tahunan yang ikut berbaris bersama mereka, wajahnya lebih muram dan di tekuk.

Di depan mereka, ada tiga orang pria paruh baya. Satu orang berbadan kekar dengan zirah besi di tubuhnya, pedang di samping pinggulnya. Satu orang berbadan kurus dengan jubah Hijau Jamrud, memegang buku, dan kacamata yang terikat rantai emas kecil yang terjatuh melintasi samping pipinya. Sedangkan satu orang lagi adalah pria paruh baya, badannya gemuk, bahkan dengan tinju keras pun sangat tidak mungkin membuatnya mundur.

"Menjadi Ahli Bela Diri yang tangguh, kalian harus bekerja keras sejak muda." pemimpin para pria paruh baya itu berbicara kepada mereka dengan nada yang dingin, kepala tegak dan tangan yang berada di punggungnya. Ia mengerahkan tatapannya yang dingin dan tajam kepada sekelompok besar anak-anak itu, tetapi pandangannya semakin tajam dan dingin ketika ia memandang seorang pemuda berusia tujuh belas tahunan yang ikut berbaris dalam kelompok itu.

"Zhou Xuan, maju ke depan!" ucap pria paruh baya itu dengan nada yang tak terbantahkan. Memanggil pemuda berusia tujuh belas tahun itu.

Pemuda itu terdiam selama beberapa saat. Tubuhnya bergetar hebat, merasa takut.

Dia adalah Zhou Xuan— 17 tahun, memiliki postur tubuh yang tinggi dan juga paras wajahnya yang tampan, tetapi sedikit kurus. Rambut hitamnya yang panjang terikat oleh cincin emas yang melingkar mengikat rambutnya di belakang. Dia juga adalah Tuan Muda Keluarga Zhou, anak dari pemimpin keluarga Zhou yang bernama— Zhou Tianxuan dan ibunya yang bernama Li Liu.

Namun, Zhou Xuan terlahir dalam keadaan yang sangat langka. Dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya tidak bisa menyerap energi spiritual dari alam sekitar untuk dikumpulkan ke dalam dantian.

Bahkan jika dirinya saat ini dibandingkan dengan sekelompok besar anak-anak berusia enam atau tujuh tahun itu, Zhou Xuan benar-benar lebih lemah dari mereka. Terkecuali jika bertarung hanya dengan menggunakan kekuatan tubuh fisik, tanpa menggunakan energi spiritual.

Lalu, ia pun melangkah maju ke depan, menghadap pemimpin pria paruh baya itu. Namun, kepalanya tetap menunduk, pandangannya menyapu permukaan tanah, seolah-olah dia tidak memiliki keberanian untuk menegakkan kepala.

Pemimpin pria paruh baya itu bernama Tian Ba, seorang ahli bela diri tingkat ke tiga.

"Sebagai Tuan Muda Keluarga Zhou yang akan mewarisi Takhta kepemimpinan keluarga dan kota di masa depan, tegakkan kepala mu." ucap Tian Ba, dengan nada yang dingin. Namun, Zhou Xuan tetap menundukkan kepalanya, bahkan tidak sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, dia hanya terdiam seperti patung batu.

"Aku bilang... angkat dan tegakkan kepala mu!" ucap Tian Ba, lagi. Membentak Zhou Xuan dengan nada yang meninggi.

Melihat pemandangan itu, sekelompok besar anak-anak di belakangnya saling berbisik satu sama lain. Ada yang merasa kasihan, ada yang mengejek, seorang Tuan Muda yang dihormati banyak orang ternyata hanya seorang sampah yang tidak bisa menapaki jalan seni bela diri.

Zhou Xuan mengepalkan tinjunya dengan kuat, bahkan kuku-kukunya yang panjang menembus telapak tangannya, hingga darah pun menetes dari tinjunya dan terjatuh ke tanah.

Cemooh, ejekan, dan hinaan seperti itu, telah ia telan sejak ia masih kecil, di saat kebenaran mengungkap bahwa dirinya memiliki Akar Spiritual yang terputus, cacat. Namun, apa yang bisa dia lakukan? Semakin dia marah, semakin orang menertawakan nya, mengejeknya, membuatnya merasa semakin terjatuh ke dalam lubang hitam yang tak berujung.

'Rasanya... ingin sekali aku memberontak, tapi sialnya yang aku hadapi saat ini bukan musuh, tapi takdir.' gumam Zhou Xuan di dalam hatinya.

Tian Ba menghela nafas panjangnya. Bukan karena kecewa. Bukan untuk mengejek. Hanya tidak percaya bahwa pemimpin mereka memiliki anak yang begitu menyedihkan, bahkan di dunia kultivasi yang mengandalkan kekuatan sebagai hal utama, dia tidak pantas untuk di kasihani.

"Angkat kepala anda, Tuan Muda Zhou." kata Tian Ba. Kali ini, dia berbicara dengan nada yang rendah dan tenang, walaupun ekspresi wajahnya tidak bisa menyembunyikan rasa kasihannya. "Ini adalah tes terakhir yang harus Tuan Muda lakukan. Jika Tuan Muda gagal lagi, maka aturan keluarga yang sudah ditetapkan sejak seratus tahun, tidak bisa untuk dilanggar." sambung Tian Ba.

Aturan keluarga Zhou yang tidak bisa dilanggar. Setiap generasi muda yang telah berusia tujuh belas tahun, diwajibkan agar mereka sudah membuka sembilan Akar Spiritual, agar mereka bisa memulai pelatihan Kultivasi tingkat pertama. Namun, jika pada saat seseorang berusia tujuh belas tahun dan belum membuka sembilan Akar Spiritual, maka keluarga Zhou tidak bisa mentolerir, dan akan diusir dari keluarga Zhou. Walaupun tidak berarti di usir dari Kota Zhou.

Seseorang yang baru membuka sembilan Akar Spiritual di dalam tubuhnya pada saat dia berusia tujuh belas tahun, seseorang itu dikatakan memiliki bakat rendah, tetapi bisa dikembangkan dengan kerja keras mereka masing-masing.

Seorang jenius, dan mereka yang memiliki bakat normal, bahkan telah membuka sembilan Akar Spiritual yang mereka miliki, ketika mereka berusia sepuluh tahunan.

Tetapi Zhou Xuan, bahkan dia belum bisa membuka akar spiritual pertamanya, di usianya yang telah berusia tujuh belas tahun. Bakat seperti itu tidak bisa dikatakan rendah, bahkan itu sangat tidak berbakat dan hanya bisa menjalani hidup sebagai manusia biasa.

"Tuan Muda Zhou, anda siap?" tanya Tian Ba, memastikan.

Ucapan Tian Ba seolah-olah membuat raut wajah Zhou Xuan terbangun.

Dia sadar bahwa hari ini adalah hari yang akan menentukan segalanya. Awal dari sebuah akhir Tuan Muda Keluarga Zhou yang terhormat.

1
Putera Saaban
kenapa.bila cerita seseorang begitu detail itu tak perlu.saya selalu skip
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
pasti keinget sama Chen Dong yang mengintip 🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sok dingin banget nih si Luo Bing Li'er😑
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm/ lucu banget larinya🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut👍
APRILAH
Untuk mendukung karya ini, jangan lupa like, comment, share, & follow ya guys.
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏
APRILAH
Chapter 33, sabar ya
teguh andriyanto
sekte spesialis tukang intip wanita istana es
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
teguh andriyanto
cih
APRILAH: /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut
APRILAH: asyiappp
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
sudah waktunya bagi Chen Xuan menunjukan kemampuannya kepada keluarga Zhou /Determined//Determined//Determined/
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
ternyata Kekaisaran Bintang Biru masih memiliki kultivator yang lebih kuat dari Zhou Tianxuan 💪
Wang Chen
seru Thor, lanjut /Determined//Determined//Determined/
APRILAH: Asyiappp 😁
total 1 replies
Wang Chen
njirrr, pencuri celana dalam gak tuh 🤣🤣🤣
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
Wang Chen
dua sahabat kembali bertemu
Wang Chen
Mantap
Wang Chen
/Kiss//Rose//Rose/
Wang Chen
/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
👍/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
/Shy//Shy//Shy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!