NovelToon NovelToon
Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Slice of Life / Komedi / Time Travel
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: RS Star

Bagi Raka Aditya, menyendiri adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dari tekanan dunia yang melelahkan. Ia merasa asing dan tak dimengerti, hingga akhirnya beberapa orang datang menawarkan persahabatan yang tulus. Perlahan, cara pandang Raka mulai berubah. Ia pun belajar bahwa untuk menemukan tempatnya di dunia, ia harus lebih dulu belajar menerima dirinya sendiri dan orang lain apa adanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS Star, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1

Tahun ajaran baru...

Ini menjadi hari pertama aku menginjakkan kaki di masa remaja yang mengatakan kalau masa SMA adalah masa paling indah dalam hidup, ya... tepat pada hari ini aku telah resmi menjadi siswa SMA (Sekolah Menengah Atas). Siapa pun dirimu, ketika sudah masuk masa SMA maka tidak mungkin kalian akan bisa membendung semangat masa muda untuk meniti masa depan dengan berbagai kegiatan yang disebut dengan kegiatan remaja.

Tidak terkecuali bagiku sendiri, Raka Aditya....

“Fyuuuh... jadi di sini panggung masa remaja indahku” gumamku sambil menatap gedung lantai tiga yang akan menjadi tempat aku menuntut ilmu selama tiga tahun ke depan.

Terlalu menyilaukan!! Melihat berbagai bayangan keindahan masa remaja seperti berkumpul bersama teman di kafe, bermain di mal, persahabatan di klub ekstrakurikuler, dan romansa yang di mana ketika aku masih SMP (Sekolah Menengah Pertama) kala itu akan membuat aku lari terbirit – birit karena malu, bahkan hanya sekedar membayangkannya saja tetap membuatku merasa tidak nyaman.

“Ahaha... apa aku berpikir berlebihan dengan semua itu? Tentu tidak, masa depanku pasti sangat cerah bahkan sampai membuat mataku terasa sakit” dengan sedikit tertawa aku mengatakannya sambil terus berjalan menyusuri trotoar menuju gerbang sekolah

Yaah semua sempurna, segalanya terlihat indah dimataku saat ini. Cuaca cerah, awan tebal yang terlihat empuk terbang dilangit biru, desir daun ditiup angin, tumpukan e'ek kucing yang... tunggu...

“Kenapa kucing buang hajat di tengah trotoar seperti ini? mana sudah terinjak lagi, mengganggu suasana aja” ucapku yang berhenti berjalan karena gangguan kecil itu, aku bersyukur aku tidak menginjaknya karena lebih dulu tersadar.

Tunggu, aku harus kesampingkan gangguan kecil ini. Masa remaja emas akhirnya telah tiba!!! Aku tidak akan mewarnai masa pubertasku dengan gangguan kecil seperti ini!!! Telah tiba saatnya, inilah awal langkah kehidupan masa bercahayaku!!!

TIGA TAHUN KEMUDIAN....

Satu hari sebelum kelulusan.... aku berjalan menyusuri trotoar yang selama tiga tahun ini menemaniku berangkat sekolah....

Tidak ada kenangan indah apa pun yang terjadi selama itu....

Sama sekali tidak ada....

Mengejutkan, tidak.. sebenarnya aku sudah menyadari ini sejak aku masuk kelas satu SMA ditahun pertamaku...

Ujung – ujungnya tak satu pun peristiwa masa muda aku temukan sejak kelas satu sampai menjelang hari kelulusan, pagi ini aku menyadari masa SMA-ku telah selesai dan aku akhiri dengan tidak bergabung dengan klub apa pun bahkan sekedar menjadi anggota OSIS. Tidak hanya itu, bahkan seorang teman pun aku tidak punya dan jangan tanyakan tentang seorang pacar.

Aku tatap gedung sekolahku dan kembali mengingat bagaimana semangatnya aku tiga tahun lalu ketika menjadi siswa baru di SMA ini.... panggung masa muda apanya, aku ini orang bodoh ya? Debut menjadi siswa SMA memang terdengar mudah tapi tidak semudah kedengarannya, lebih banyak drama di dalamnya daripada saat kita masih SD ataupun SMP.

Untuk seorang cowok yang memiliki predikat siswa membosankan ketika aku SMP dulu, mana mungkin aku berharap di SMA semua itu akan berubah? Aku hanya seperti mengulang masa SMP dulu yang pernah aku lakukan, seharusnya aku lebih berusaha untuk mengubah namun nyatanya aku tidak lakukan itu.

Belum pernah aku kunjungi kafe bergengsi dimasa SMA-ku, uang bukan masalah sebenarnya karena uang jajan dari ayah lebih dari cukup. Semua karena aku tidak punya teman satu pun yang bisa aku ajak ke sana, satu – satunya tempat yang aku datangi selama ini hanya toko buku Gram*d untuk membeli komik baru.

“Ujian kalian sukses, kan? Kita nge-mal yuks!!” seru seorang perempuan di sebelahku yang sedang berjalan bersama teman – temannya, sepertinya mereka teman satu angkatanku yang sama – sama berjalan menuju sekolah pagi ini.

“Iya aku dengar angkatan kita lulus semuanya, meski aku gak yakin sama nilaiku~” timpal siswi lainnya

“Gak pingin lulus sebenarnya~ masih pingin kumpul sama kalian~” timpal siswi lain yang membuatku kesal ketika mendengarnya

Dalam hati aku berkata ‘Tolonglah jangan ngobrol seperti itu di dekatku, aku sangat ingin segera menyudahi masa kelam ini!! tolong pertimbangkan perasaanku!!’

Jujur aku tidak paham bagaimana perasaan teman – teman sekelas saat mengatakan ‘selamat tinggal’ ke teman mereka masing – masing, padahal dari TK, SD, dan SMP kita sudah dilatih untuk mengucapkan kata itu dan ini kan hanya pengulangan dari apa yang sudah pernah kita lakukan selama tiga kali. Jadi seharusnya mereka sudah terbiasa dan membiasakan diri, aku benarkan?

Ya aku tahu, kalian akan mengataiku ‘Kamu aja yang gak punya teman, makanya hatimu sedingin itu’ Tapi coba kesampingkan kritik tajam menusuk hati itu, yaah aku akui itu benar. Tapi jujur, aku pernah memikirkan baik – baik hal ini, aku ingin punya teman yang bisa nyambung ngobrol denganku membahas seputar novel, komik, anime, atau apa pun yang aku pun suka dengan topiknya, tapi teman nyaman seperti itu tidak ada di dunia nyata.

Aku juga pernah berpikir kenapa tidak ada siswi cantik yang mau mengobrol denganku, seperti bintang kelas, cewek wibu yang cantik, atau setidaknya cewek bandel cantik. Aku heran kenapa kehidupanku tidak sama seperti di anime atau manga, biasanya di dalam cerita itu akan selalu ada saja cewek – cewek yang mendekat sama MC sepertiku.

“Hmp, ya sudahlah. Sudah sangat terlambat untuk membuat seorang teman untukku, lagi pula aku sudah dikasih paham sama keadaan selama tiga tahun ini” gumamku sambil terus berjalan, aku menghela nafas untuk meratapi masa remajaku yang sudah suram ini.

Sekalipun aku berusaha, aku tetap tidak akan punya teman...

Tersenyum seperti orang bodoh saat mendengar seseorang bercerita hal yang membosankan, menghubungi lewat chatting ataupun telepon mereka untuk menjaga hubungan agar tetap akrab, memperhatikan sesuatu yang membosankan hanya demi mengikuti tren – tren yang tidak aku sukai demi mendapat teman. Yah... aku tidak bisa lakukan itu semua, aku tidak cocok dengan hubungan sosial yang ada.

Agak tidak sopan kalau aku benar – benar mengungkapkan apa yang ada dikepalaku ketika aku menghadapi situasi hubungan sosial seperti itu, aku juga tidak mungkin mengatakan pada mereka seperti ‘aku akan memberi balasan setengah – setengah kalau percakapannya membosankan, aku gak mau menghubungimu lewat chatting atau telepon kalau bukan atas kemauanku, aku juga gak tertarik sama hobimu tapi tolong berteman denganku’. Jika aku katakan itu semua maka akan terdengar aneh bukan?

Jadi mendapatkan posisiku saat ini di akhir masa SMA membuat aku tidak keberatan sama sekali...

Bip... bippp...!!

Terdengar notifikasi ponsel yang aku letakkan di dalam saku celana, aku mengambilnya lalu membuka notifikasi apa itu.

Setidaknya hal yang membahagiakanku muncul...

“Jadi lebih banyak pembaca tapi pengikutnya masih sama aja” gumamku sambil menatap layar ponsel

Yah sekedar berbagi rahasia saja, sebenarnya aku adalah seorang penulis novel amatir yang telah menulis di salah satu platform online terkenal. Di saat para remaja sepertiku sedang menjalani kehidupan yang semerawut, aku sudah melangkah lebih maju menuju masa depan pasca kehidupan SMA. Novel ciptaanku bercerita tentang masa remaja SMA semua, tapi tolong jangan hakimi aku dengan kata – kata ‘Kenapa seorang penyendiri sepertimu menceritakan tentang hubungan dimasa SMA?’ atau seperti ‘Apa menulis novel bertema masa SMA adalah bentuk pelarian dari kehidupan nyata?’

Itu terdengar menyakitkan dan yah itu benar semua... aku menangis dalam senyum saat mendengar kritikan seperti ini...

Tapi terlepas dari kenyataan pahit itu, aku sudah mengunggah total dua naskah novel yang semuanya berakhir dengan kata ‘BERSAMBUNG’ dengan total empat puluhan chapter. Meski semua itu tak layak mendapatkan pujian, aku punya alasan tersendiri kenapa masih tidak melanjutkannya hingga saat ini. Itu semua karena PEMBACANYA TERLALU SEDIKIT, haaah....

Jika harus aku analogikan, para pembacaku seperti satu kelas penuh yang membaca novelku pada chapter awal, kemudian setengah kelas yang terus membaca pada chapter berikutnya, Setelah chapter kelima maka itu setara satu keluarga dengan beberapa saudara kandung, dan diakhiri beberapa manusia – manusia elit yang terus bertahan membaca novelku sampai akhir.

Kata – kata terakhir memang terdengar keren, tapi itu hanya seperti mengatakan jika mereka terlambat saja untuk menyadari betapa bodohnya mereka membaca novel buatanku. Dititik ini aku cuma bisa memikirkan hal itu, tapi tidak... aku tidak boleh berpikiran seperti itu, ada orang yang bersedia membaca novelku saja itu sudah sangat baik dan patut diacungi jempol.

Alasan lainnya adalah kalau pun aku menulis itu cuma akan menguras motivasiku untuk terus menambah lebih banyak chapter, aku selalu berpikir ‘Bukankah ini sangat membosankan?’ dan akhirnya aku berhenti untuk menulis. Mungkin aku memang tidak bisa membuat orang tertawa, juga tidak akan ada yang akan marah kalau aku berhenti untuk menulis. Tapi kalau aku ucapkan itu keras – keras, aku merasa ingin menangis~

“Haaah...” aku menghela nafas berat sambil terus berjalan hendak menyeberang, ketika itu aku melihat lampu lalu lintas berwarna hijau tanda aku boleh menyeberang.

Tapi karena aku yakin itu lampu sudah hijau cukup lama, aku memutuskan untuk berhenti berjalan menunggu giliran berikutnya. Di saat itu tepat di seberang jalan aku melihat empat siswi yang mengenakan seragam sekolah yang sama denganku, entah kenapa aku menatap mereka berempat sambil berpikir ‘Kenapa cewek suka jalan berempat berdampingan seperti itu sih?’

Padahal kalau mereka menjadi serigala penyendiri sepertiku maka mereka tidak akan makan tempat seperti itu, mereka juga tidak perlu bicara keras sampai mengganggu orang. Ditambah aku jarang keluar yang membuat aku tidak perlu menyisakan jejak karbon diberbagai tempat, penyendiri itu yang terbaik. Dalam benak aku berkata ‘Hidup penyendiri!! Ha ha ha’ sambil tersenyum.

“Maaf aku ambil dulu ya” teriak salah seorang siswi di depanku yang tiba – tiba berbalik hendak berlari untuk menyeberang, saat itu aku menatap matanya dan dia pun menatapku.

Dalam benak aku berkata ‘Aah, Maya...’ namun ketika itu aku merasa kalau Maya seperti kaget ketika menatapku.

Sedikit tentang Maya, kami di kelas yang sama ketika kami kelas dua dan kelas tiga SMA. Dari yang aku tahu dia itu cewek sekelas yang paling... aah tidak maksudku dia itu cewek satu sekolah yang paling cantik yang pernah aku lihat, karena itulah aku bisa tahu namanya. Aku tidak pernah berinteraksi dengannya, kalaupun bisa maka tidak akan ada gunanya juga dia berbicara denganku.

Tapi kali ini...

“Hei!!! Lampunya!!!!” teriakku pada Maya tapi terlambat, Maya sudah di setengah jalan....

Aku melihat ada sebuah truk yang baru saja menikung dengan kecepatan yang cukup cepat, truk itu seolah sedang balapan. Dari yang aku lihat, Maya tidak punya kesempatan untuk berbalik dan bodohnya aku tiba – tiba berlari untuk menyelamatkannya....

Aku tidak dekat dengan Maya... aku juga buka tokoh MC yang punya kenangan tragis kehilangan seseorang... ini pasti hal yang disebut sebagai ‘Insting untuk menyelamatkan seseorang’

Aku berlari dan mendorong Maya dengan sangat keras tanpa memedulikan diriku sendiri, aku hanya memastikan jika Maya terdorong dengan sangat keras supaya dia tidak tertabrak truk sialan itu. Rasanya... aku seperti protagonis dalam sebuah karya novel, kan?

Didetik – detik terakhirku, aku malah berpikiran aneh – aneh... seperti mungkin posisiku tertabrak saat ini pasti sangat buruk, aku berlari dengan pose yang sangat jelek karena memang aku bukan seorang siswa yang rajin berolahraga. Aku juga menyentuh Maya, siswi paling cantik di sekolah dan mungkin aku akan dihajar siswa – siswa lain karena mereka iri padaku...

Bruuuaaakkk!!!!

Pandanganku menjadi begitu gelap, telingaku berdengung... aku tidak bisa merasakan tubuhku... apa mereka masih ada pada tempatnya? Aku tidak tahu... tapi perlahan indraku kembali normal... dan aku mendengar...

“Heii!! Bangun!! Buka matamu!!! Tolong buka matamu!!!” seru suara seorang cewek, perlahan juga pandanganku sedikit lebih terang dan aku melihat Maya yang menangis menatapku.

Ini seperti dia meletakkan kepalaku di atas pahanya...

“Kubilang tunggu!!! Jangan mati!!! Tolong jangan mati!!!” seru Maya terdengar begitu memilukan...

Tapi sayang aku tidak bisa berkata apa pun, suara juga semakin banyak yang aku dengar dan begitu berisik... rasanya tidak nyaman...

“Kumohon jangan mati!!!” teriak Maya padaku

Yah meskipun aku juga tidak ingin, tapi rasanya sudah sangat terlambat untukku... Pandangan mataku kembali gelap secara perlahan...

“Maafkan aku!! Maafkan aku... aku malah bermain – main dan lupa dengan tujuanku...” semakin pilu Maya ketika mengatakannya, aku bingung namun aku tidak bisa bertanya tentang apa yang dia katakan... dan yang bikin aku heran adalah ketika dia berkata...

“Raka sayang!!! Jangan mati!!!!” teriaknya dan seketika aku sudah tidak merasakan apa pun lagi...

.....

.....

.....

Perlahan aku membuka mata... aku terbangun di sebuah kasur empuk dan rasanya aku sudah masuk ke dalam dunia isekai... aku yakin aku sudah mati tertabrak tadi, mustahil aku selamat tanpa rasa sakit sama sekali. Bahkan ketika aku meraba badanku, aku masih memiliki tubuh yang utuh dengan kata lain aku...

“Bereinkarnasi ke dunia lain!!” teriakku dan terduduk dari tidurku

1
i'm your
wkwkwk kesian amat
You Know me So well
ya ya ya bangga aja udah gpp 🗿🗿
Silvia: ayo Qt beri tepukan...😄
total 2 replies
SS Star
sari apaan sih, fix kesel banget sama nih orang /Panic//Panic//Panic/ keliatan banget kalah saing sama elma sampai harus playing dirty buat jatuhin dia /Panic//Panic/ tapi jujurly gw penasaran banget sih sama next move yang bakal raka lakuin buat mutar roda kenangan dia, lagian maya udah meremehkan raka banget ya, tapi aku kalau jadi maya sama aja sih responnya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ which is emang bener sih raka tuh keliatan useless banget dan gak guna sama sekali jadi manusia /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
SS Star
udah baca sejauh ini dan gw dapet konklusi: Raka emang takdirnya buat ditampol massal /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Elma, Maya, sekarang Sari, semuanya punya insting yang sama buat ngeplak si raka/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tapi jujurly alurnya makin seru pas masuk ke misteri hilangnya memory kehidupan pertama dia, fix ini sih topik yang bakal seru banget buat diexplore ke depannya, semngat Thorku /Determined//Determined//Determined/
SS Star
eh ko tumben ch ini agak deep, tapi seru sih jadinya gak bercanda mulu /Facepalm//Facepalm/ agak mempertanyakan kok raka bisa lupa sama Elma padahal teman sekelas, padahal diawal dia kyk dapet flashback sama kehidupan pertamanya gitu kan /Shy//Shy//Shy//Shy/ tapi ttp ya, point minusnya itu elma gak nampol raka ditempat /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ padahal aku menantikan itu loo thor, sepanjang ch ini raka pure bikin emosi jiwa /Facepalm//Facepalm/
pie gemilang
jangan berharap banyak Raka...sepertinya kamu akan mendengar kalimat itu setiap saat!🤣💪
Kerak Telor
🤣🤣🤣terjebak situasi apa lagi Raka ini?😄😄
Cece: kaga ada yg bener cara Raka ketemu cewek 🤣
total 1 replies
Kenzie
elma suka raka?? hmm.. maya terus gimana thor??
4rafah: Maya SMA Elma berantemin aja.🤣🤣🤣
total 2 replies
pie gemilang
go ahead maya🤣🤣🤣💪💪💪...
pie gemilang
🤣🤣 jijik gak tuh?
Chizuru
baper .........🫣🫣🫣... apa2an si Raka iniii
Silvia: sadar gak sih Raka?
total 1 replies
Chizuru
malang sekali si serigala penyendiri ini.... mulai dapat predikat madesu pulaaaa😄
Chizuru
ternyata pria tulen kalau ngomong bisa gemeteran juga🤣
Chizuru
Maya lagi Maya lagi...😄😄 kuat mental ya rakaa.... author sepertinya terlalu senang MC menderita Krn wanita 1 ini
pie gemilang
mulai menikmati perjalanan sang serigala penyendiri......🤣
pie gemilang
ini nih...mencurigakan sekali...jangan jangaaaan.....ini kisah author 🤣🤣...Krn ada novel author yang bersambung😄😄...awas aja Sampek Hiatus...
kiana surya
bab 1 udah dibikin ngakak perkara ta* kucing 🐱🐱🤣🤣...menarik nih pasti ceritanya...semangat author sayaaang
i'm your
udah mulai agak nampak keseriusan nih novel dari segi cerita, menarik
kiana surya
mengganggu syekaliii🤣🤣🤣😄😄😄🤣
SS Star
btw lo udah punya temen belom thor? sini deh, bilang ke gw kalau rambut gw wangi kayak raka ke luna /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ si raka beneran apes banget sih, kena tumbal dari stressnya author sampai dibuat menyedihkan parah /Sob//Facepalm/ tapi jujurly konyol abis sih, gw selalu ngakak brutal tiap baca. apalagi pas imagine visual raka tuh literally lo yang baru kelar potong rambut/Tongue//Tongue//Tongue/
You Know me So well: waah lu parah seh, lama-lama authornya bisa kena spill beneran 🗿🗿🗿
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!